"Ini karena pada Lebaran, semua orang membutuhkan cabe untuk membuat makanan khas Lebaran," jelas Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta.
Menurut Rusman, selain cabe merah, sumbangan inflasi juga berasal dari gula pasir yang harganya naik 11,7% pada lebaran. Gula pasir menyumbang inflasi 0,10 dari inflasi September sebesar 1,05%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayam ras dan ikan segar menyumbang 0,06%. Emas dan perhiasan menyumbang 0,04%. Begitu juga dengan angkutan udara. Selain itu, daging sapi, bawang putih, dan biaya kuliah juga turut menyumbang inflasi bulan ini.
"Jadi untuk bulan ini yang menyebabkan inflasi tinggi karena dari berbagai faktor. Karena lebaran, bahan pokok, angkutan, sampai biaya pendidikan," tegas Rusman.
Sedangkan yang membantu penurunan inflasi, jelas Rusman, adalah beberapa bahan pokok, seperti telur ayam ras dan bawang merah. Telur ayam ras dan bawang merah berhasil menarik mundur inflasi sebesar 0,05% atau deflasi 0,05%. Bawang merah berhasil deflasi bulan ini karena bertepatan dengan panen.
"Dari semua faktor tersebut, maka terciptalah angka 1,05% untuk inflasi bulan ini," papar Rusman.
(nia/ang)











































