Cabe Merah Picu Inflasi September

Cabe Merah Picu Inflasi September

- detikFinance
Kamis, 01 Okt 2009 16:11 WIB
Cabe Merah Picu Inflasi September
Jakarta - Cabe merah penyumbang inflasi tertinggi untuk Indonesia pada September ini. Kenaikan harga cabe merah hingga 50% karena bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri tahun ini, rupanya menyumbang inflasi ke negara ini sebesar 0,21 persen.

"Ini karena pada Lebaran, semua orang membutuhkan cabe untuk membuat makanan khas Lebaran," jelas Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta.

Menurut Rusman, selain cabe merah, sumbangan inflasi juga berasal dari gula pasir yang harganya naik 11,7% pada lebaran. Gula pasir menyumbang inflasi 0,10 dari inflasi September sebesar 1,05%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusman menambahkan, adanya hari Raya juga menyebabkan kenaikan harga angkutan antar kota sebesar 11,8% karena adanya tuslah. Hal ini mengakibatkan angkutan antarkota menyumbang 0,08% untuk inflasi.

Ayam ras dan ikan segar menyumbang 0,06%. Emas dan perhiasan menyumbang 0,04%. Begitu juga dengan angkutan udara. Selain itu, daging sapi, bawang putih, dan biaya kuliah juga turut menyumbang inflasi bulan ini.

"Jadi untuk bulan ini yang menyebabkan inflasi tinggi karena dari berbagai faktor. Karena lebaran, bahan pokok, angkutan, sampai biaya pendidikan," tegas Rusman.

Sedangkan yang membantu penurunan inflasi, jelas Rusman, adalah beberapa bahan pokok, seperti telur ayam ras dan bawang merah. Telur ayam ras dan bawang merah berhasil menarik mundur inflasi sebesar 0,05% atau deflasi 0,05%. Bawang merah berhasil deflasi bulan ini karena bertepatan dengan panen.

"Dari semua faktor tersebut, maka terciptalah angka 1,05% untuk inflasi bulan ini," papar Rusman.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads