Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, saat ini inflasi di Sumetera Barat telah mencapai 1,56%, dan diperkirakan bakal terus meningkat. Hal ini disebakan dengan adanya gangguan distribusi, kelangkaan barang akan terjadi karena tidak adanya suplai.
"Akan ada inflasi di sana karena gangguan distribusi yang menyebabkan kelangkaan. Contohnya BBM disana sudah Rp 10 ribu, karena memang suplai tidak ada," jelas Rusman di kantornya, Jakarta, Kamis (1/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang Rusman khawatirkan adalah jika ada produk-produk yang kantong produksinya di Sumatera Barat, maka dengan adanya gempa ini, distribusi produk tersebut akan terganggu bahkan gagal. Dengan begitu, efek dari gempa tersebut bisa berdampak secara nasional secara ekonomi.
"Jadi, peningkatan inflasi tidak hanya terjadi di Sumatera Barat tetapi di daerah penerima barang produksi dari sana (Sumatera Barat)," ujarnya.
(nia/ang)











































