Menurut Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Mustofa Abu Bakar, beras dari 4 gudang yang hancur di Sumatera Barat itu masih bisa diselamatkan. Dengan begitu, persedian beras di Sumatera Barat masih sekitar 15 ribu ton sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama 1 bulan ke depan.
Untuk penanganan gempa di Sumatera Barat sendiri, Bulog telah menyediakan keperluan logistik dan dapur umum. Jika diperlukan tambahan beras, Bulog akan menggunakan cadangan beras dari pemerintah. Namun, Mustofa yakin persediaan yang 15 ribu ton itu masih mencukupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mustofa, gempa ini tidak memengaruhi persediaan beras Bulog secara signifikan karena Sumatera Barat, Bengkulu, dan Jambi bukan merupakan daerah utama penghasil beras. Di Sumatera, daerah utama penghasil beras adalah Lampung, Sumetera Selatan, dan Aceh. Jadi, bantuan beras untuk gempa di Sumatera Barat ini berasal dari ketiga daerah tersebut.
"Terlalu kecil pengaruhnya untuk pengadaan. Kalau di Sumatera andalannya Lampung, Sumatera Selatan, dan Aceh. Jadi, nanti dari Lampung dan Palembang mengarah ke sana untuk back up Jambi, Bengkulu, dan Sumbar," papar Mustofa.
Dengan bencana ini, pihak Bulog masih memiliki stok beras miskin (raskin) untuk 4 sampai 5 bulan ke depan.
"Stok kita masih cukup 4 - 5 bulan ke depan untuk raskin," jelas Mustofa.
(nia/ang)











































