RI Gagas Forum Dialog, Hapus Hambatan Dagang

Laporan dari Brussel

RI Gagas Forum Dialog, Hapus Hambatan Dagang

- detikFinance
Jumat, 02 Okt 2009 07:45 WIB
RI Gagas Forum Dialog, Hapus Hambatan Dagang
Brussel - Dialog ini penting untuk saling memahami regulasi sekaligus mengikis hambatan yang terjadi, di tengah latar baru kerjasama RI-UE yang menjanjikan peluang.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Amerika Eropa (Amerop) Deplu Retno L.P. Marsudi dalam forum European-Indonesia Business Dialog (EIBD) selama dua hari di Hotel Silken Berlaymont, Brussel (1-2/10/09).

"Kerjasama pemerintah dan kalangan pelaku usaha dalam forum dialog ekonomi semacam ini menjadi penting sebagai model kerjasama memasuki dunia global yang penuh peluang sekaligus tantangan," tambah Retno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Forum EIBD ini digagas dan difasilitasi oleh pemerintah untuk mempertemukan para pelaku dunia usaha dari kedua belah pihak.

Edisi pertama EIBD di Brussel ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Amerop Retno L.P Marsudi bersama Direktur Asia-Ditjen Kerjasama Luar Negeri Komisi Eropa James Moran kemarin, dihadiri antara lain Dubes RI untuk UE Nadjib Riphat Kesoema, Dirjen P2 HP-DKP Martani Huseini, pejabat UE serta sekitar 117 pengusaha dari Indonesia dan UE.

Pada kesempatan sama, James Moran menyampaikan bahwa kedudukan Indonesia sangat penting bagi UE. "Sehingga dialog ini menjadi sangat relevan untuk mendekatkan, mengidentifikasi masalah dan hambatan yang terjadi di lapangan," papar Moran.

Menurut Moran, saat ini investasi UE di Indonesia mencapai EUR 50 miliar, melibatkan sekitar 700 perusahaan dan mempekerjakan lebih dari 250 ribu orang.

Sementara itu Dubes Nadjib Riphat Kesoema mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara pertama ASEAN dan kelima di dunia yang menjadi mitra UE untuk berdialog. Inisiatif ini membuka wawasan baru di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan perangkat regulasi dengan standar semakin rumit.

"Ke depan EIBD perlu dilanjutkan berdasar business driven guna saling melepaskan hambatan yang merugikan peluang usaha," demikian Nadjib.

Forum dialog ini menghadirkan mantan Perdana Menteri Belgia Prof. Mark Eyskens, Prof. Gilles Nancy (Univ Aix-Marseille), Thomas Darmawan (Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia), Ketua Eurocham Jakarta Clifford Rees, dan Penasehat Eurocham Ny. Martina Kulhman.

Ewout Deurwaarder (Nokia), Micky Hehuwat (Kadin), Robiyanto Koestomo (Masyarakat Perhutanan), Bambang Seboko (Gapindo), Jansen Tangketasik (Departemen Kehutanan RI) dan Shada Islam dari European Policy Center.

Sebelum pertemuan dialog dibuka, Dubes Nadjib Riphat, Dirjen Amerop dan Dirjen P2 HP-DKP melakukan briefing dan brainstorming masalah, hambatan dan peluang kerjasama ekonomi dengan UE bersama para peserta dari Indonesia di kantor KBRI Brussel di Woluwe.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads