Hal ini disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisna Murthi di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (2/10/2009).
Menurut Bayu, stok beras baik dari Bulog maupun non-Bulog masih bisa memenuhi ketahanan pangan di Sumatera Barat lebih dari 3 bulan. Persediaan tersebut masih bisa dipenuhi Sumbar karena Sumbar juga merupakan penghasil beras di Sumatera.
Permasalahannya saat ini, tambah Bayu, distribusi produk lain yang dibutuhkan masyarakat Sumbar dari daerah lain, seperti susu anak. Hal ini disebabkan terputusnya akses untuk mencapai lokasi gempa. Namun, Bayu menambahkan bahwa pihaknya telah mendengar sudah dikrim satu kapal yang membawa bantuan pangan
"Sekarang situasinya masih rescue . Tapi saya dengar sudah dikirim satu kapal untuk membawa bantuan pangan.klo beras tidak ada masalah," jelas Bayu.
Pemerintah belum bisa menentukan perhitungan awal mengenai bantuan yang diperlukan. Hal ini terkait dengan banyaknya bangunan publik yang hancur karena gempa di Sumatera Barat tersebut.
Berbeda dengan gempa di Jogja yang bantuannya difokuskan pada perumahan. Namun, diharapkan dalam waktu 10 hari sampai 2 minggu, perhitungan tersebut bisa diselesaikan.
Mengenai akses distribusi barang dari Sumbar ke daerah lain, Bayu menjelaskan akan dicarikan alternatif lain agar barang-barang produksi Sumbar bisa digantikan barang daerah lain agar pasokan barang tersebut tetap tersedia di daerah penerimanya.
Untuk gempa di Jambi, Bayu menyatakan bahwa pasokan akan tetap diberikan. Sepertinya tidak ada masalah yang signifikan karena gempa di Jambi tidak mengganggu akses ke sana. Hal ini berbeda dengan Sumbar.
"Yang penting adalah akses. Jambi aksesnya masih baik," ungkap Bayu.
(nia/dnl)










































