Langkah awal yang akan dilakukan PPA adalah menyelesaikan pembangunan 10 kapal yang sempat tertahan. Dananya pun sudah disiapkan PPA bekerja sama dengan BNI dan BII.
Hal ini disampaikan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya Jalan Merdeka Selatan Jakarta Jumat (2/10/2009)
"Menteri Keuangan sudah setuju, suratnya sudah terbit," ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, dengan persetujuan ini maka PPA dapat efektif bekerja untuk merestrukturisasi PT PAL mulai minggu depan dan menyelesaikan 10 kapal sebagai agenda pertama mereka.
Menurut Sofyan, Kementerian Negara BUMN telah mempersiapkan perwakilan PPA sebagai Wakil Direktur Utama PT PAL. Perwakilan PPA diberi tugas untuk mengawal kerja PPA merestrukturisasi perusahaan galangan kapal ini.
Langkah teknis yang selanjutnya dijalankan adalah dengan melakukan survei guna memastikan kapal dan pipa besi yang dibawa memenuhi standar. "Langkah ini kita lakukan supaya PAL bisa selesai masalahnya. Kita akan kawal betul-betul," jelasnya.
Untuk sumber dana, tambah Sofyan, akan berasal dari dua komponen. Pertama komponen penyelesaian kapal, dan kedua komponen restrukturisasi perusahaan. Pengucuran dana dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan PAL.
Namun Sofyan belum bisa menjelaskan berapa total yang dialokasikan PPA untuk PT PAL. "Saya belum tahu kebutuhan dananya," katanya.
Namun yang jelas, kebutuhan dana sudah dapat dipastikan dari dua bank, yaitu BNI dan BII .
Ada kemungkinan Bank Mandiri ikut dalam penggalangan dana guna menyehatkan PT PAL, namun prosesnya tertahan karena belum adanya kesepakatan. "Jika belum juga disetujui oleh Mandiri, ya kita tinggalkan," imbuh Sofyan.
Terkait dengan persetujuan Menteri Keuangan, pihak PPA yang diwakili Direktur Utama Boyke Mukijat belum mau berkomentar mengenai surat persetujuan tersebut."Saya tidak bisa berkomentar akan hal itu. Saya belum melihat suratnya," tegas Boyke.
(dnl/dnl)











































