Demikian disampaikan oleh Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (2/10/2009).
"Per September 2009 sudah mencapai 74% Kementerian/Lembaga yang sudah diinventarisasi dan dinilai. Ada yang sudah 100% tetapi juga ada yang belum," ujar Hadiyanto.
Hadiyanto berharap pihaknya dapat menyelesaikan data inventarisasi aset negara tersebut pada April 2010.
Dalam menyelesaikan data ini, pihaknya telah mengerahkan semua pegawai untuk menginvetarisasi aset negara, tetapi karena banyaknya satuan kerja di beberapa Departemen, serta karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) maka data tersebut belum terselesaikan.
"Kita usahakan, kita akan all out , kita akan selesaikan April nanti. Kita kerahkan semua resources . Sudah ada pedoman penilainnya tinggal resource SDM-nya yang terbatas," harap Hadiyanto.
Mengenai aset negara di Sumatera Barat yang rusak akibat gempa, Hadiyanto belum menghitungnya karena di sana masih dalam suasana berkabung. Yang terpenting, tambah Hadiyanto, orang-orang di sana bisa selamat. Instansi yang rusak akan dihapuskan dari daftar inventarisasi aset negara.
"Nanti kita lihat instansi mana yang rusak kantornya hancur yang dihapuskan, nanti kita melalui proses penghapusan. Begitu K/L sudah dapat identifikasi aset yang hilang, rusak, hancur, kendaraan bermotor, dan lain-lain laporan ke polisi atau keterangan kerusakan, kemudian K/L usulkan ke Menteri Keuangan, kemudian kita teliti, kalau sudah oke ya dihapuskan," jelas Hadiyanto.
(nia/dnl)











































