Sebagian besar listrik tersebut digunakan untuk mengaliri obyek vital spt RSU Jamil, RSUD, bandara, kantor gubernur, Korem, Polda, 20 titik SPBU dan TNI AU. Memulihkan lampu-lampu penerangan jalan umum juga menjadi prioritas PLN.
"Kami harus mempercepat penyalaan listrik dengan mengerahkan bantuan dari berbagai daerah karena tersebarnya kerusakan. Tiang listrik banyak yang roboh, kabel ke rumah2 putus dan gardu distribusi banyak yang rusak," kata Dirut PLN Fahmi Mochtar dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Sabtu (3/10/2009).
Untuk percepatan perbaikan PLN telah mengirim 310 tenaga teknisi dari berbagai daerah Sumatera, DKI dan Jabar terjun ke lapangan untuk
memperbaiki gardu dan sistem jaringan.
Selain itu PLN mendatangkan sekitar 110 trafo dan 23 genset, termasuk yang disumbangkan mitra PLN. Beberapa genset dilengkapi penerangan yang dapat dipakai dalam proses evakuasi korban di malam hari.
Menurut Fahmi dalam 1 minggu ini semua gardu ditargetkan dapat kembali berfungsi. Namun, ujarnya, belum tentu semua lampu di rumah dan gedung dapat menyala mengingat kabel yang terputus harus diperbaiki terlebih dahulu demi keselamatan warga dan petugas di lapangan.
Mengenai pemadaman di Pariaman, Fahmi menjelaskan saat ini tim teknis PLN juga sedang bekerja dan mulai hari ini 20% kota Pariaman sudah menyala kembali.
(dnl/dnl)











































