Geliat Harga Baja, Terhadang Penguatan Rupiah

Geliat Harga Baja, Terhadang Penguatan Rupiah

- detikFinance
Senin, 05 Okt 2009 17:09 WIB
Geliat Harga Baja, Terhadang Penguatan Rupiah
Jakarta - Industri baja dalam negeri mulai bernapas lega dengan mulai menggeliatnya harga baja di pasar internasional sejalan dengan membaiknya ekonomi dunia.

Namun sayangnya pada saat harga baja yang mulai menembus US$ 660 per ton,Β  pada saat ini justru kurs rupiah menguat terhadap dollar AS hingga level terkuat dari bebarapa bulan terakhir yang sudah menembus Rp 9.600 per dollar. Hasilnya industri baja dalam negeri masih harus gigit jari.

"Memang harga baja mulai sedikit naik, tetapi rupiah menguat, jadi impas," kata Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS) Fazwar Bujang kepada detikFinance , Senin (5/10/2009).

Sekitar 4 bulan lalu harga baja internasional masih di kisaran US$ 300-an per ton, saat ini memasuki bulan Oktober 2009 harga baja telah tembus hingga US$ 660 per ton lebih. Rekor harga baja sempat tembus tertinggi hingga ke angka US$ 1.100 per ton pada bulan Agustus 2008 lalu.

"Sebab kita jualan rupiah namun selalu dikaitkan dengan nilai tukar sebab harga baja kan di dunia internasioinal dalam dollar AS sebagai komoditi," jelasnya.

Sehingga kata dia,Β  permintaan baja dunia yang mulai agak membaik dan harga baja yang merayap naik di pasar ekspor belum menjadi anugerah bagi pelaku industri baja di dalam negeri yang berorientasi ekspor termasuk Krakatau Steel.

"Karena permintaan mulai membaik, kita meningkatkan kapasitas semaksimum mungkin. Kita sekarang bekerja pada kapasitas 90% lebih, khususnya flat product ," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads