Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Lapangan Kerja Gerus IKK

Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Lapangan Kerja Gerus IKK

- detikFinance
Selasa, 06 Okt 2009 11:20 WIB
Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Lapangan Kerja Gerus IKK
Jakarta - Setelah meningkat dalam dua survei terakhir, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) turun sebesar 6,8% menjadi 87,5 pada bulan September. Level ini merupakan level terendahnya dalam lima bulan terakhir.

Pelemahan sentimen tersebut terjadi hampir pada semua aspek yang disurvei. Kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga bahan makanan pokok ditambah dengan kekhawatiran terhadap keadaan ekonomi dan kondisi lapangan kerja saat ini telah mendorong pelemahan sentimen pada bulan September.

Ada dua komponen yang membentuk IKK menurun pada bulan September. Komponen yang menunjukkan keadaan saat ini, Indeks Situasi Sekarang (ISS) turun sebesar 9,2% menjadi 70,7. Sementara itu, komponen IKK yang menunjukkan keadaan masa depan, Indeks Ekspektasi (IE) turun sebesar 5,4% menjadi 100,1 pada bulan September.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penurunan IE ini mencerminkan berkurangnya optimisme masyarakat terhadap prospek perekonomian dalam enam bulan mendatang," kata Kepala Ekonom Danareksa Institute (DRI) Purbaya Yudhi Sadewa seperti dikutip detikFinance dari siaran persnya, Selasa (6/10/2009).

Ia mengatakan, pada perayaan Idul Fitri September lalu, banyak konsumen yang membelanjakan uangnya untuk membeli makanan dan pakaian. Selain itu, konsumen juga banyak menghabiskan uang untuk biaya transportasi untuk pulang ke kampung halaman selama libur lebaran.

Setelah pengeluaran besar-besaran pada bulan September tersebut, konsumen tampaknya perlu menarik napas dahulu sebelum meningkatkan belanjanya lagi. Hal ini terlihat dari turunnya niat konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama.

Pada survei bulan September, proporsi konsumen yang berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang turun sedikit dari 25,1% pada bulan Agustus menjadi 24,8% pada bulan September.

Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik dari 184,7 pada bulan Agustus menjadi 185,7 pada bulan September. Level ini merupakan level tertingginya sejak bulan November 2008.

Ekspektasi kenaikan inflasi ini merupakan akibat dari naiknya harga-harga bahan makanan pokok, pakaian dan transportasi. Beberapa harga barang dan jasa memang meningkat selama bulan Ramadan karena permintaan barang dan jasa tersebut juga meningkat.

"Namun demikian, kenaikan harga selama bulan Ramadan ini hanya bersifat musiman. Setelah Idul Fitri berakhir, diperkirakan harga-harga akan kembali normal," ungkapnya.

Kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya melemah pada survei bulan September. Setelah meningkat dalam dua survei terakhir secara berturut-turut, Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 4,67% menjadi 113,4 pada bulan September dari 118.9 pada bulan Agustus (level tertingginya sejak bulan Februari 2005).

Pelemahan terjadi terutama disebabkan oleh turunnya penilaian masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengendalikan harga (indeksnya turun sebesar 13,49% menjadi 92,7).

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads