Sebanyak 22 SPBU di Padang, 8 SPBU di Pariaman dan 7 SPBU di Gunung Kerinci Jambi berhasil dioperasikan kembali. Walau begitu, upaya pemulihan terus dilakukan.
Sejak terjadinya gempa bumi pada Rabu (30/9/2009), PT Pertamina telah mengambil langkah penanganan dampak gempa untuk memulihkan pasokan BBM. Pada pukul 21.00 dibentuk Posko di Medan guna mengoperasikan 5 SPBU di Padang dan memonitor pemeriksaan SBPU lain yang terkena dampak gempa bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 12 tenaga teknisi dari Jakarta dan daerah sekitarnya didatangkan membantu pemulihan. Bantuan teknisi bertambah 35 orang dari Batam, Medan, Palembang dan Jakarta pada H+2," kata Kepala Biro Hukum dan Humas ESDm Sutisna Prawira dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Rabu (7/10//2009).
Upaya pemulihan pasokan BBM antara lain dilakukan dengan mendatangkan armada mobil tangki dari Dumai (18), Siak (4), Sibolga (3) dan Jambi (8). Selain itu juga menyiapkan Floating Stock kapal Soechi Chemical 1.000 kiloliter (Premium) dan 700 kiloliter (Solar) di Teluk Kabung masuk ke pelabuhan Padang. Mengoperasikan 3 SPBU Emergency (eceran) serta memberikan bantuan Solar gratis kepada Satkorlak.
Sedangkan untuk pemulihan pasokan listrik, pada H+5 telah berhasil menyalakan 85% jaringan yang ada. Seluruh pembangkit yang memasok sistem kelistrikan di Padang dan Pariaman secara bertahap sudah berhasil dioperasikan.
"Demikian pula seluruh Jaringan Transmisi, Gardu Induk dan seluruh Penyulang pada Jaringan Distribusi Tegangan Menengah sudah berhasil dioperasikan," ujarnya.
Semnatara Gardu Distribusi yang berhasil dioperasikan sebanyak 676 unit dari 817 unit. Diprediksikan seluruh jaringan listrik akan pulih pada H+10.
Untuk memasok kebutuhan listrik, terutama ke fasilitas umum, dioperasikan 32 Genset PT PLN. Dampak gempa bumi telah merusakkan 140 Km Jaringan Distribusi Tegangan Menengah, 141 Gardu Distribusi serta lampu-lampu jalan.
"Perbaikan diprioritaskan pada sarana umum seperti Bandara, Rumah Sakit, Kantor Gubernur, Korem, Polri dan sebagainya," ujarnya.
Guna pemulihan pasokan listrik, sejak beberapa jam terjadinya gempa atau masa tanggap darurat telah didatangkan bantuan personil, peralatan dan logistik dari berbagai unit PT PLN.
Jumlah personil mencapai 521 orang yang berasal dari Sumatera Utara dan Aceh, Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta serta Jawa Barat dan Banten. Sedang bantuan peralatan berupa 13 Crane dan alat kerja.
(ang/dnl)











































