"Kalau rupiah menguat, pemerintah perlu menstabilkan, jadi kalau sampai Rp 9.000 per dollar itu kita bisa rugi bisa 10-15%," kata Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono saat ditemui di kawasan Mega Glodok Kemayoran, Rabu (7/10/2009).
Ia mengatakan penguatan rupiah akan mengganggu situasi ekspor dan tidak menguntungkan bagi eksportir mebel. Menurutnya stabiltas nilai kurs rupiah terhadap dollar AS yang idealnya berada di kisaran Rp 10.000-10.500 per dollar.
"Seharunya Rp 10.000-10.500 per dollar itu win-win solution baik untuk ekspor maupun impor," katanya.
Meskipun kata dia, penguatan rupiah hanyalah bersifat sesaat saja, ia yakin pada bulan depan dollar akan kembali menguat.
Mengenai ekspor tahun 2009 ini, ia optimis penurunan ekspor hanya akan terjadi diangka 5-10% saja dari tahun 2008 lalu yang mencapai US$ 2,65 miliar (mebel dan kerajinan). Hal ini disebabkan adanya perbaikan permintaan pasar di penghujung tahun 2009 ini.
(hen/dnl)











































