Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono saat ditemui di kawasan Mega Glodok Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
"Eropa akan menjadi tujuan pasar utama kita, 27 negara telah sepakat menaikan nilai mebel impor dari Indonesia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah percaya kepada Indonesa kalau furniture Indonesia sudah bukan berasal dari ilegal logging," katanya.
Ambar juga mengatakan, saat ini negara-negara seperti Eropa dan AS mulai tidak mempercayai mebel-mebel asal China karena didera adanya komplain masalah kualitas. Misalnya, pihak AS yang mulai komplain terhadap penggunaan pewarna mebel asal China yang diduga mengandung racun dan kualitas kulit mebel yang menyebabkan gatal-gatal.
"Dengan kondisi itu, kalau kita bisa ambil pasar sebesar US$ 500 juta dari China itu sudah bagus," katanya.
Ia menambahkan, dari total ekspor Indonesia ke Eropa yang per tahunnya mencapai 20 miliar Euro, dari jumlah itu sebanyak 800 juta Euro berbentuk mebel. Potensi ini sangat besar karena orang Eropa melihat produk mebel sebagai kebutuhan primer.
"Maka saya minta supaya bebas dari pajak bea masuk dan lainnya di Eropa, karena furniture termasuk barang mewah di sana," katanya.
Asmindo mencatat nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia pada tahun 2008 mencapai US$ 2,65 miliar. Tahun ini, Asmindo menargetkan ekspor hanya tercapai sebenyak US$ 2,2 miliar karena terkena imbas krisis global.
"Sampai triwulan III ekspor kita masih minus 30%, tapi dengan adanya Trade Expo Indonesia (28 Oktober-1 November 2009), sampai Desember kita optimis hanya minus 10% saja," jelasnya.
(hen/ang)











































