Pabrik nikel ini akan mengolah bijih nikel (ore ) menjadi ferronickel dengan tahap pertama akan memproduksi 30.000 ton nikel per tahun. Pembangunan pabrik mulai dilakukan pada tahun depan.
Rencananya semua hasil dari produksi nikel ini akan diekspor ke China. Pada tahun ini pihak SMI hanya akan mengekspor ore sebanyak 200.000 ton per bulan untuk diolah di China.
"Dengan adanya pabrik di Sulawesi, sehingga tidak perlu lagi bahan baku diproses di luar Indonesia, hal ini tentunya akan memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri," kata Presiden Direktur Bintangdelapan Group Halim Mina dalam acara konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
SMI merupakan perusahaan joint venture antara Bintangdelapan Group asal Indonesia dengan Dingxin Group asal China. Dalam joint venture ini, manajemen akan tetap dipegang oleh pihak Bintangdelapan Group selaku investor lokal, namun kepemilikan saham 55% dipegang oleh Dingxin dan sisanya oleh Bintangdelapan Group.
"Mulai tahun depan pembangunan pabrik untuk nikel, dengan kapasitas 30.000 ton per tahun," jelasnya.
Ia menjelaskan, jumlah investasi total yang akan dikucurkan keduabelah pihak tidak lebih dari US$ 1 miliar karena pihak Dingxin telah memiliki teknologi sendiri. Selain itu, Citra Dingxin yang sudah dikenal di dunia internasional akan mempermudah proses perolehan struktur pendanaan di dunia internasional nantinya.
"Investasi kita rencananya komersil tidak lebih dari lima tahun itu untuk produksi nikelnya, kita akan sesuaikan dengan UU minerba. Lima tahun harus diproduksi di dalam negeri," jelasnya.
Saat ini kata dia, SMI telah berinvestasi sekitar US$ 20 juta lebih untuk membangun infrastruktur pabrik. Bahkan dalam menyiapkan ketersediaan listrik, power plant berkapasitas 100 MW akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik.
"Sekarang kirim dulu ke China karena mereka ada pabrik disana. Tahun depan mulai ada pembanguan pabrik nikel nantinya kita juga akan ke produksi hilirnya yaitu stainless steel ," katanya.
Selama ini Dingxin Group merupakan pemain bidang stainless steel asal China yang mampu memproduksi 1 juta ton per tahun. Sedangkan Bintangdelapan Group merupakan kuasa pertambangan di kabupaten Morowali Sulawesi Tengah dengan luas lahan tambang seluas 47.000 hektar.
(hen/dnl)










































