"Pembelinya Shell, dan 250.000 barel tersebut sudah dikapalkan ke Inggris," ujar Vice Presiden Communication PT Pertamina (Persero), Basuki Trikora Putra, dalam konferensi pers di Hongkong CafΓ©, Sarinah, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
Basuki menyatakan, proses jual beli tersebut dilakukan secara business to business (B to B ) antara Pertamina dan Shell, dengan harga yang berlaku saat transaksi adalah harga pasar pada saat itu.
"Yang jelas harganya kompetitif," kata Basuki tanpa mau menyebutkan harga transaksi tersebut.
Basuki menambahkan, perseroan akan terus mengembangkan pasar avtur di luar negeri mengingat terus menurunnya konsumsi minyak tanah sebagai dampak keberhasilan program konversi.
Bahkan Pertamina berniat untuk memperpanjang izin ekspor avtur yang sudah dikeluarkan pemerintah. "Kalau ada peluang, bisa diperpanjang," ungkapnya.
Sementara itu, Manager Media Relations, External Affairs & Communications PT Shell Indonesia, Fathia Syarif membenarkan adanya transaksi tersebut.
"Iya, kami memang sudah membeli 250.000 barel avtur tersebut melalui proses tender," ungkap Fathia saat dikonfirmasi detikFinance .
Sebelumnya, pada tanggal 1 Juni lalu, PT Pertamina (Persero) telah melakukan ekspor perdana 200.000 barel avtur ke Inggris dengan Shell sebagai pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(epi/dnl)











































