"Setelah lahan selesai, konstruksi mulai awal 2010," ujar Presiden Direktur PT Tenaga Listrik Gorontalo (TLG), Sandiaga Uno dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (7/10/2009).
Sandiaga mengakui, saat ini proses pembangunan PLTU tersebut, masih dalam tahap pembebasan lahan yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga menambahkan, hingga kini pendanaan yang diperolehnya dari Bank Bukopin sejak tahun lalu, masih belum tersentuh.
"Sampai sekarang pinjaman dari perbankan belum ada yang dipakai," tegasnya.
Untuk pembangunan pembangkit ini, PT Tenaga Listrik Gorontalo telah menunjuk kontraktor PT Rekadaya Elektrika & Shandong Machinary. Rencananya pembangunan PLTU ini dimulai sejak tahun 2008 dan ditargetkan sudah beroperasi mulai 2010 atau pertengahan 2011.
PT TLG juga telah menandatangani jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) pada Oktober 2007.
Untuk diketahui, sebenarnya usaha pembangunan pembangkit ini bermula sejak 2004 tapi terus terkendala masalah lahan. Bahkan ketika pada Desember 2007 tiang pancang sudah ditegakkan, lahannya masih diduduki masyarakat (epi/qom)











































