Telan US$ 2,2 M, Sistem Listrik Sumatera dan Jamali Bakal Terhubung

Telan US$ 2,2 M, Sistem Listrik Sumatera dan Jamali Bakal Terhubung

- detikFinance
Kamis, 08 Okt 2009 15:03 WIB
Telan US$ 2,2 M, Sistem Listrik Sumatera dan Jamali Bakal Terhubung
Jakarta - PT PLN (Persero) berencana untuk memasang kabel yang akan menghubungkan sistem Sumatera dengan Sistem Jawa Madura dan Bali sepanjang 700 kilometer senilai US$ 2,2 miliar.

Direktur Perencanaan PLN Bambang Praptono menjelaskan, dari 700 Km tersebut, 40 Km diantaranya merupakan kabel bawah laut di selat Jawa.

"Pada triwulan 2 atau 3 tahun depan akan di tender. Pembangunannya tahun 2011 dan selesai pada 2016," ujar Direktur Perencanaan  PT PLN (Persero) Bambang Praptono di Hotel  Four Season, Jakarta, Kamis (7/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, pendanaan untuk proyek tersebut mencapai  US$ 2,2 miliar tersebut 85 persennya berasal dari Japan International Corporation Agency (JICA) dan sisanya didanai PLN. Pinjaman lunak ini dengan jangka waktu pinjaman selama 40 tahun.

"Karena besar pendanaan tersebut, maka pencairannya dibagi dalam lima tahap. Misalnya,  untuk pembelian barang itu nanti akan disetujui dalam rapat JICA di Jepang pada bulan Maret tahun depan sebesar US$ 400 juta," jelasnya.

Menurut Bambang, kabel-kabel tersebut akan menyalurkan pasokan listrik dari enam pembangkit mulut tambang di Sumatera Selatan yang dibangun oleh swasta (Independen Power Producer/IPP) dengan total  kapasitas 3600 MW.  Keenam mulut tambang tersebut diantaranya berada di  Bangko Tengah, Bangko Timur, Siramas dan Pendopo.

"Sebesar 3.000 MW akan dipasok ke Jawa, sementara 600 MW ke Sumatera. Jadi kabel ini menghubungkan Sumatera ke Sistem Jamali, begitu sebaliknya," ungkapnya.

Bambang menambahkan, hingga saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri yang sudah menyatakan minatnya. Salah satunya perusahaan asal Perancis Areva dan Mitsubishi, Jepang.




(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads