Direktur Perencanaan PLN Bambang Praptono menjelaskan, dari 700 Km tersebut, 40 Km diantaranya merupakan kabel bawah laut di selat Jawa.
"Pada triwulan 2 atau 3 tahun depan akan di tender. Pembangunannya tahun 2011 dan selesai pada 2016," ujar Direktur Perencanaan PT PLN (Persero) Bambang Praptono di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (7/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena besar pendanaan tersebut, maka pencairannya dibagi dalam lima tahap. Misalnya, untuk pembelian barang itu nanti akan disetujui dalam rapat JICA di Jepang pada bulan Maret tahun depan sebesar US$ 400 juta," jelasnya.
Menurut Bambang, kabel-kabel tersebut akan menyalurkan pasokan listrik dari enam pembangkit mulut tambang di Sumatera Selatan yang dibangun oleh swasta (Independen Power Producer/IPP) dengan total kapasitas 3600 MW. Keenam mulut tambang tersebut diantaranya berada di Bangko Tengah, Bangko Timur, Siramas dan Pendopo.
"Sebesar 3.000 MW akan dipasok ke Jawa, sementara 600 MW ke Sumatera. Jadi kabel ini menghubungkan Sumatera ke Sistem Jamali, begitu sebaliknya," ungkapnya.
Bambang menambahkan, hingga saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri yang sudah menyatakan minatnya. Salah satunya perusahaan asal Perancis Areva dan Mitsubishi, Jepang.
(epi/qom)











































