Harga emas juga mendapatkan dukungan dari optimisme membaiknya perekonomian memicu investor untuk kembali berani memburu aset-aset yang berisiko seperti komoditas hingga saham. Investor kini cenderung melepas aset-aset yang 'aman' seperti dolar AS dan US Treasury.
Pada perdagangan Kamis (8/10/2009, harga emas di pasar spot sempat melonjak hingga US$ 1.061,20 per ounce sebelum akhirnya surut ke US$ 1.056,30. Harga itu lebih tinggi dari sebelumnya di US$ 1.043,70 per ounce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan dolar AS masih menjadi penopang utama kenaikan harga emas. Pelemahan dolar AS membuat harga emas yang berdenominasi dolar menjadi terasa sangat murah.
"Emas tidak akan usai dimiliki. Orang ingin mendiversifikasikan mata uang miliknya ke aset-aset yang riil," ujar Caesar Bryan dari GAMCO gold Fund seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/10/2009).
Dolar AS kemarin tercatat kembali merosot, terutama atas euro. Mata uang tunggal euro sempat menguat hingga 1,4791 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4689.
Selain menyebabkan lonjakan harga emas, pelemahan dolar AS juga menyebabkan harga minyak mentah dunia kembali naik menembus level US$ 70 per barel.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman November tercatat naik 2,12 dolar menjadi US$ 71,69 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman November juga naik 2,57 dolar menjadi US$ 69,77 per barel.
(qom/qom)











































