"Kalau dolar melemah kita harus hadapi, 30-35% dari utang kita dalam bentuk Yen. Sekarang Yen menguat luar biasa terhadap dolar, oleh karena itu di sisi lain ini akan menimbulkan tantangan terhadap kita," tuturnya ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
Menurut data dari Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan jumlah utang RI ke Jepang adalah sebesar US$ 27,86 miliar atau 43,7% dari total utang luar negeri RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak menargetkan besaran nilai tukar karena perakonomian bersifat dinamis. Yang penting BI dan pemerintah menjaga nilai tukar rupiah dengan mata uang asing, diantaranya dolar yang jadi fokus tidak deviasi," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan pemerintah menjaga agar nilai tukar berada dalam tingkat yang wajar sesuai dengan fundamental ekonomi.
"Pondasi yang menopang rupiah adalah kinerja ekonomi, selama pondasi dijaga maka rupiah berada di nilai tepat dan wajar, dan tidak menimbulkan ruang spekulasi. Ini yang harus kita lakukan secara dinamis setiap bulan," ujarnya.
(dnl/qom)











































