"Kargo keempat akan dikirimkan Ke Fujian. Saat ini pengisiannya baru separuhnya, satu hingga dua minggu lagi kapal penuh," ujar Kepala BP Migas R Priyono di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
Sementara itu, BP Indonesia Head of Country Nico Kanter menyatakan, Train 2 kilang Tangguh telah mulai produksi LNG sejak 2 Oktober lalu, sementara gas mulai mengalir di Train 1 sejak 25 September lalu. Produksi Train 1 diharapkan dapat mulai bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, adanya masalah teknis pada kilang Tangguh merupakan hal yang biasa pada saat start -up (uji coba) Kilang.
"Masalahnya saat ini telah kami tangani," kata Nico.
Hingga saat ini baru tiga kargo dari lapangan tersebut yang dikirimkan ke pembeli asal China, Korea Selatan dan Meksiko. Enam kargo lainnya di-swap dari kilang Bontang dan Arun ke Cina dan korsel.
Awalnya BP Indonesia menargetkan tahun ini akan mengirimkan 56 kargo kepada para pembelinya, namun adanya kerusakan pada kilang tersebut membuat BP Indonesia merevisi rencana pengirimannya menjadi 16 kargo.
Kilang Tangguh yang berkapasitas 7,6 juta ton per tahun sudah menandatangani kontrak penjualan dengan Fujian sebanyak 2,6 juta ton per tahun selama 25 tahun, Posco dan K-Power, Korsel 1,15 juta ton per tahun selama 20 tahun, dan Sempra, AS 3,6 juta ton per tahun selama 20 tahun.
(epi/qom)










































