Hal itu disampaikan Direktur Utama Fahmi Mochtar di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
"Estimasi laba kita semester I-2009 Rp 5,5 triliun. Keuntungan didapat karena ada laba selisih kurs," katanya.
Ia mengatakan, keuntungan selisih kurs yang dicatat BUMN listrik itu mencapai Rp 2,5 triliun.
Secara terpisah, Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu mengatakan, kinerja PLN tahun ini sudah mulai membaik. Hal itu terbukti dengan kemampuan membayar utangnya kepada PT Pertamina.
"Kinerja PLN sudah bagus. Mereka sudah mampu bayar utang ke Pertamina," ujarnya.
(ang/dnl)










































