Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Senin (12/10/2009).
"Akibat gempa bumi memang banyak perusahaan yang tidak bisa melanjutkan bisnisnya. Namun demikian, PHK bukanlah solusi terbaik. Dengan difasilitasiΒ oleh Pemerintah, pihak pengusaha danΒ pekerja harus duduk bersama sehingga agar tidak terjadi PHK massal," kata Erman.
Selain berupaya menghindarkan PHK,Β Menakertrans mengatakan telah mempersiapkan beberapa program bantuan untuk menyerap tenaga kerja "Untuk jangka pendek upaya menanggulangi pengangguran yang sudah disiapkan diantaranya adalah alih profesi padat karya. Selain itu ada juga subsidi program bantuan pelatihan untuk membuka lapangan pekerjaan," jelasnya.
Dalam rangka pemulihan pasca bencana gempa di Sumatera BaratΒ Menakertans mengirimkan Tim Relawan Depnakertrans serta menyerahkan paket bantuan Depnakertrans yang terdiri dari bantuan uang sejumlahΒ Rp 228.777.000 dari sumbangan sukarela pegawai Depnakertrans, genset 5 buah, bantuan beras 10 ton serta bantuan obat-obatan senilai 100Β juta rupiah dan subsidi program pelatihan
Menakertrans mengatakan para relawan yang dikirimkan mempunyai keahlian khusus dalam bidang kejuruan bangunan dan listrik. Pengirirman para instruktur bertujuan untuk memberikan pelatihan dan asistensi secara langsung kepada masyarakat yang akan membangun kembali rumahnya.
"Dalam suasana bencana seperti ini, susah mencari tukang. Jadi program pelatihan kerja ini diadakan untukΒ mendidik masyarakat, agar mereka bisa membangun rumahnya sendiri. Nantinya, ada sekitar 5.000 orang yang akan dilatih sebagai tukang bangunan, tukang batu, tukang kayu dan teknisi instalasi listrik," kata Menakertrans.
Bagi masyarakat korban gempa yang berminat, Menakertrans menawarkan relokasi dengan mengikuti program transmigrasi di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Riau.
(dnl/qom)











































