Menurut General Manager Distribusi wilayah Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya Tangerang), Purnomo Willy, pemadaman tersebut akan berlangsung setiap lima hari sekali setiap pekannya terhitung sejak 16 Oktober hingga akhir November.
"Pemadaman mulai pukul 08.00 hingga 15.00 Wib dan pemadamanΒ tidak akan dilaksanakan di akhir pekan," ujar Purnomo di Kantor Disjaya Tangerang, Gambir, Jakarta, Senin (12/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Manager Penyaluran dan Pengaturan Beban Jawa Bali (P3B) Region Jakarta dan Banten Hadi Parmono menyatakan gangguan trafo IBT (interbus Transformer) di Gardu Induk Cawang dan Kembangan telah menyebabkan sistem kelistrikan wilayah Jakarta dan Banten kehilangan pasokan daya sebesar 900 MW.
Kekurangan daya tersebut berasal dari IBT Kembangan sebesar 400 MW, Derating (penurunan daya) IBT 2 Kembangan 50 Mw, IBT 2 Cawang sebesar 400 MW dan derating IBT 1 Cawang sekitar 50 MW.
Hadi memaparkan untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya percepatan penyelesaian proyek pembangkit, pemasangan trafo IBT Balaraja dan rekonfigurasi sistem.Β Β
Hal-hal tersebut, imbuh Hadi, akan menambah pasokan daya sebesar 870 Mw di wilayah Jakarta dan Banten. Tambahan daya itu berasal dari percepatan pengoperasian repowering (penambahan daya) PLTGU Muara Karang sebesar 250 MW, PLTGU Tanjung Priok 150 MW, sistem cibatu (Cikarang) 70 Mw dan juga pengoperasian IBT 2 Balaraja dengan kapasitas 400 MW.
"Kalau kondisi normal, tiga hari lagi IBT 2 Balaraja bisa beroperasi penuh sehingga pasokan listrik dari Gardu Kembangan akan dialihkan ke Balaraja," ungkap Hadi.
(epi/qom)










































