Hal tersebut disampaikan ekonom yang juga merupakan tim sukses SBY, Chatib Basri ketika ditemui wartawan usai menjadi pembicara dalam Economic Outlook and Prospect Economy 2010 di Jakarta, Senin malam (12/10/2009).
"Kita masih akan memperbaiki hal-hal yang belum jalan di periode sebelumnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SBY akan melakukan program-program unggulan dalam program ekonomi jangka pendek seperti salah satunya akan fokus di perbaikan sistem pemerintahan dengan menggunakan sistem National Single Window," ungkapnya.
Dikatakan Chatib nantinya akan ada sebuah program quick wins, yang akan fokus untuk menyelesaikan segala masalah dan meneruskan program yang tidak jalan dalam pemerintahan saat ini.
"Masalah penting, SBY akan membereskan program yang belum bisa dijalankan pada pemerintahan sekarang," jelasnya.
Untuk tahun 2010, Chatib memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi lagi dibandingkan tahun 2009.
"Pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen hingga 5,5 persen menyusul pulihnya kondisi ekonomi global," tuturnya.
Ia menjelaskan faktor utama penyumbang pertumbuhan masih akan didominasi oleh konsumsi lokal dan pemerintah. Sedangkan ekspor saat ini masih belum bisa mendorong pertumbuhan meski ekspektasi kinerjanya mulai membaik.
Untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi, lanjut Chatib, maka harus didukung oleh jaringan infrastruktur yang lebih baik.
"Jika infrastruktur baik, segala biaya akan menjadi murah sehingga kita bisa lebih kompetitif," katanya.
Dikatakan Chatib, in line cost negara Indonesia mencapai 1,5 kali negara lain. Ini bererarti biaya transportasi Indonesia 1,5 kali lebih mahal dibandingkan dengan negara lain.
"Jika itu dikurangi, maka sektor ekspor akan menjadi kompetitif sehingga membuat barang-barang domestik tidak akan jatuh oleh impor dan hal ini menghasilkan Growth (pertumbuhan ekonomi) bisa lebih tinggi," papar Chatib.
Lebih lanjut Chatib mengatakan sektor infrastruktur yang harus dibenahi untuk mendukung itu semua yakni physical infrastructure, soft infrastructure dan social infrastructure.
"Bila itu semua bisa dibenahi maka cost dapat ditekan sehingga harga di daerah bisa menjadi lebih murah," ungkapnya.
Chatib menambahkan SBY akan terus fokus kedepannya seperti yang dilakukan dalam terakhir kepemimpinannya dengan JK yaitu pembangunan infrastruktur.
"Tidak perlu progam 100 hari kerja, karena semua sudah berjalan. Tinggal me-maintain saja yang sudah ada, Jika menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen sampai 6,5 persen maka jaringan infrastruktur hrs diperbaiki dahulu," tandasnya.
Namun ia menggarisbawahi pentingnya mewaspadai ancaman inflasi di tahun 2010. Menurut Chatib, inflasi pada tahun depan diperkirakan mencapai 6 persen sampai 7 persen atau berarti lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang diperkirakan hanya mencapai 4,5 persen saja.
"Peningkatan inflasi pada tahun depan disebabkan oleh harga komoditi yang mulai naik dan kebutuhan Amerika Serikat mencetak uang masih akan dilakukan," pungkasnya.
(dru/qom)











































