Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (13/10/2009).
"(Defisit) tidak berubah, nanti di kuartal III dan IV kita akan lihat akselerasi pembelanjaan dan penggunaan anggaran, sekarang mereka sudah dinaikan, tapi pencairannya masih belum," ujarnya.
Penyebab masih rendahnya realisasi defisit anggaran sampai September 2009 adalah karena masih rendahnya realisasi belanja negara, yang memang sudah menjadi 'penyakit kambuhan' pemerintah yang tidak bisa menggunakan anggaran secara baik.
"Jadi akan kelihatan pada Oktober dan November dan bahkan Desember minggu kedua baru akan kelihatan (belanja) meningkat. Jadi kita tetap berasumsi pengeluaran tetap sesuai dengan rencana. Mungkin kalau ada yang tidak terserap antara 5-10% itu efisiensi jadi belum ada perubahan terhadap defisit anggaran," jelas Sri Mulyani.
Meskipun begitu, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan terus memantau realisasi penerimaan dan juga belanja negara, apalagi penerimaan negara melalui pajak turun drastis akibat dampak krisis ekonomi global yang menurunkan pendapatan serta laba wajibi pajak.
"Kita juga melihat dari perubahan indikator suku bunga, nilai tukar, sekarang rupiah lebih kuat, jadi dalam 5 bulan ke depan akan sangat mempengaruhi kewajiban-kewajiban dalam mata uang asing," tegasnya.
(dnl/qom)











































