"Pada TEI 2009 akan dipamerkan 200 produk baru Indonesia ," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di acara konferensi pers di kantor Depdag, Selasa (13/10/2009).
Selain itu, lanjut Mari, dalam ajang TEI kali ini tema pameran yang dipakai adalah serving global market atau melayani pasar dunia, sedangkan subtemanya adalah Indonesia Unlimited atau Indonesia tanpa batas.
"TEI bertujuan sebagai upaya meningkatkan kinerja ekspor nasional. Apa yang kita lakukan adalah membangun pencitraan atau nation branding ." kata Mari.
Mengenai TEI, dikatakan Mari pidak Departemen Perdagangan telah melakukan revitalisasi setiap tahun ajang TEI.
Diantaranya merubah konsepnya dari Pameran Produk Ekspor (PPE) yang diubah menjadi expo (TEI) yang lebih mengacu pada pameran berstandar internasional dan mengedepankan aspek kerjasama business to business dalam bidang perdagangan.
Dalam TEI 2009 setidaknya ada empat kelompok produk yang akan dipamerkan yaitu:
- Produk Utama: udang, kopi, minyak sawit, kakao, karet dan produk karet, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, elektronik, komponen kendaraan bermotor dan furniture.
- Produk potensial: kerajinan tangan, ikan dan produk ikan, obatan-obatan herbal, kulit dan produk kulit, makanan olahan, perhiasan, minyak atsiri, rempah-rempah, peralatan kesehatan.
- Produk Jasa Prospektif: Jasa konstruksi, teknologi informasi, tenaga kerja.
- Produk baru: Gula aren Manado, gula kelapa Banten, Emping belinjo Aceh, sosis Babi Bali, Kue lapis solo, garam laut sumenep, kerupuk ikan Palembang, kerupuk udang Sidoardjo, sambal Lampung dan lain-lain.
Seperti diketahui hingga akhir bulan Agustus 2009 sepanjang bulan Januari-Agustus 2009 nilai ekspor non migas Indonesia mengalami penurunan sebesar 18,3% dari US$ 73,45 miliar menjadi US$ 60,007 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(hen/dnl)











































