Kesejahteraan Petani Naik 12,05%

Kesejahteraan Petani Naik 12,05%

- detikFinance
Kamis, 01 Apr 2004 18:10 WIB
Jakarta - Kesejahteraan petani pada Januari 2004 secara relatif naik 12,05 persen dibanding Desember 2003, yang ditunjukkan kenaikan indeks Nilai Tukar Petani (NTP) dari 118,54 menjadi 132,82. Kondisi tersebut disebabkan menjelang Idul Adha petani mampu menjual hasil produksi 24 persen lebih tinggi dibanding Desember 2003.Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Soedarti Surbakti, dalam jumpa pers di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Kamis (1/4/2004).Dijelaskan Soedarti, dari 17 provinsi yang diamati BPS, selama Januari 2004 kenaikan NTP tertinggi terjadi di Jawa Timur yakni 29,97 persen, yang disebabkan naiknya harga komoditas cabai merah mencapai 291,94 persen Sedangkan penurunan terbesar terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang minus 8,49 persen akibat kenaikan harga barang dan jasa kebutuhan rumah tangga pedesaaan maupun keperluan produksi pertanian, terutama naiknya upah buruh tani.Soedarti juga menjelaskan, NTP Januari 2004 naik 10,92 persen terhadap Januari 2003 yang disebabkan kenaikan harga komoditas pertanian, terutama sayur-sayuran, yang lebih besar dari kenaikan harga kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksi pertanian.Sementara itu, mengenai harga produsen gabah pada Maret 2004 atau panen raya, BPS mendata harga gabah untuk semua kualitas turun seperti Gabah Kering Simpan (GKS) yang turun 5,90 persen, Gabah Kering Panen (GKP) turun 7,40 persen dan gabah kualitas rendah turun 3,03 persen.Dijelaskan, prosentase harga gabah di tingkat petani yang berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) meningkat dari 47,45 persen pada Februari 2004 menjadi 56,89 persen pada Maret 2004. Sedangkan prosentase gabah petani yang berkualitas rendah juga mengalami peningkatan dari 22,98 persen menjadi 29,92 persen.Sementara itu, berdasarkan 1.183 observasi gabah di 17 provinsi pada Maret 2004, harga gabah terendah di tingkat petani mencapai Rp 700 per kilogram yang dijumpai di Jawa Timur untuk varietas IR-64 kualitas rendah. Sedangkan harga tertinggi mencapai Rp 1.880 per kilogram yang dijumpai di Kalimantan Tengah untuk varietas Siam kualitas GKS. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads