Trade Expo Indonesia 2009 Bidik Rp 2,3 Triliun

Trade Expo Indonesia 2009 Bidik Rp 2,3 Triliun

- detikFinance
Selasa, 13 Okt 2009 15:59 WIB
Trade Expo Indonesia 2009 Bidik Rp 2,3 Triliun
Jakarta - Ajang pameran bertajuk Trade Expo Indonesia (TEI) ke 24 akan digelar dari 28 Oktober hingga 1 November 2009. Penyelenggara menargetkan transaksi hingga US$ 230 juta (Rp 2,3 triliun), naik 4,54% dari pencapaian tahun 2008 sebesar US$ 220 juta (Rp 2,2 triliun).

Ajang yang akan berlangsung di JIExpo Kemayoran ini diikuti oleh 770 perusahaan. Jumlah pengunjung ditargetkan sebanyak 15 ribu orang dan mengincar 7.800 pembeli.

"Setidaknya ada 4651 buyer  (asing) tetap seperti negara-negara  besar seperti US, Australia, Singapura, Kolombia, Hongkong, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Banglades. India, Jepang, Malaysia, Srilanka, Pakistan, Nigeria dan lain," kata  Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di acara konferensi pers di kantor Depdag, Selasa (13/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari menjelaskan dalam mendukung target tersebut, pihaknya sengaja mengundang para buyer-buyer baru atau pasar-pasar non tradisional karena berdasarkan pengalaman tahun 2008 cukup berhasil.

"Buyer yang baru diantaranya Nigeria dan Kolombia," jelas Mari.

Mengenai tema TEI  tahun 2009  yaitu mengusung tema serving global market atau melayani pasar dunia, sedangkan sub temanya adalah Indonesia Unlimited atau Indonesia tanpa batas.

"TEI bertujuan sebagai upaya meningkatkan kinerja ekspor nasional. Apa yang kita lakukan adalah membangun pecitraan atau nation branding." kata Mari.

Dalam TEI 2009 setidaknya ada empat kelompok produk yang akan dipamerkan yaitu:


  1. Produk Utama: udang, kopi, minyak sawit, kakao, karet dan produk karet, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, elektronik, komponen kendaraan bermotor dan furniture.
  2. Produk potensial: kerajinan tangan, ikan dan produk ikan, obatan-obatan herbal, kulit dan produk kulit, makanan olahan, perhiasan, minyak atsiri, rempah-rempah, peralatan kesehatan.
  3. Produk Jasa Prospektif: Jasa konstruksi, teknologi informasi, tenaga kerja.
  4. Produk baru: Gula aren Manado, gula kelapa Banten, Emping belinjo Aceh, sosis Babi Bali, Kue lapis solo, garam laut sumenep, kerupuk ikan Palembang, kerupuk udang Sidoardjo, sambal Lampung dan lain-lain.
 

(hen/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads