"Tahun depan melanjutkan kinerja ekspor, sehingga harus kerja dua kali lebih keras, diantaranya dengan promosi dan diplomasi," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di kantornya, Jakarta, Selasa (13/10/2009).
Ia mengatakan target pemerintah pada tahun depan terhadap nilai total ekspor akan tumbuh positif 5%, sedangkan pada tahun ini secara total (ekspor migas dan non-migas) diperkirakan akan masih minus 20%. Khusus untuk ekspor non migas, Mari lebih optimis dengan hanya minus 10-15% di tahun ini.
"Kita harus kerja keras nih, harus meningkatkan ekspor termasuk dengan Trade Expo Indonesia," jelasnya.
Dikatakannya hingga 2 tahun ke depan kondisi ekonomi dunia masih mengalami perbaikan dari imbas krisis, sehingga kontraksi ekspor ke arah positif masih sangat terbatas. Untuk itu, lanjut Mari, optimalisasi pasar domestik sangat penting diantaranya dengan terus menggencarkan program Aku Cinta Indonesia.
Mendag Klaim Keberhasilan
Mengenai kinerja bidang perdagangan yang ia pimpin selama lima tahun terakhir. Mari menjelaskan telah banyak perbaikan-perbaikan yang telah dicapai meski masih ada kekurangan di sana-sini.
"Yang sudah berhasil adalah bagaimana kinerja ekspor membaik, kecuali tahun ini, juga perbaikan kinerja negosiasi dan diplomasi perdagangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok walaupun sempat ada gejolak," katanya.
Khusus untuk upaya-upaya untuk membenahi kekurangan adalah upaya terus meningkatkan daya saing dan mengurangi ekonomi biaya tinggi.
"Departemen ini punya tugas mengamankan pasar dalam negeri, persaingan tidak sehat, penyelundupan. Terakhir adalah reformasi birokrasi, memulai dan implementasi reformasi birokrasi di 2011," tuturnya.
(hen/dnl)










































