OPEC Putuskan Kurangi Produksi

Hasil Sidang OPEC di Wina

OPEC Putuskan Kurangi Produksi

- detikFinance
Kamis, 01 Apr 2004 05:09 WIB
Den Haag - Meskipun harga minyak saat ini melonjak, OPEC tetap memutuskan untuk mengurangi produksinya. Keputusan ini akan berlaku efektif mulai 1 April 2004.Demikian dikemukakan Presiden Konferensi OPEC yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Dr. Purnomo Yusgiantoro, dalam konferensi pers seusai memimpin sidang Konferensi Tingkat Menteri OPEC ke-130 di Wina, Austria, Rabu (31/3/2004). Selama Purnomo memimpin sidang, kursi delegasi RI ditempati Duta Besar RI/Watapri Wina, Samodra Sriwidjaja, yang bertindak sebagai Ketua Pengganti (alternate). Seluruh negara anggota OPEC (Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Libia, Nigeria, Qatar, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab dan Venezuela) secara lengkap mengikuti jalannya sidang tersebut. Selain itu beberapa negara juga tercatat ikut hadir sebagai peninjau, antara lain Angola, Meksiko, Oman, Rusia, Sudan dan Syria. Purnomo menegaskan, sekalipun harga minyak saat ini sedang meningkat OPEC berketetapan untuk memegang keputusan Aljir bulan lalu. "OPEC tetap akan mengurangi produksinya sesuai dengan keputusan Aljir tanggal 10 Februari 2004 yaitu sebesar 1 juta barel per hari (bph) dari 24,5 juta saat ini menjadi 23,5 juta bph terhitung mulai 1 April 2004," demikian Purnomo, seperti disampaikan ulang Kepala Bidang Penerangan KBRI Wina Damos Dumoli Agusman kepada detikcom malam harinya atau Kamis (1/4/2004). Menurut Purnomo, keputusan tersebut diambil setelah mengkaji secara mendalam berbagai faktor fundamental dan faktor lainnya. Dalam hal ini para menteri OPEC sepakat bahwa naiknya harga minyak belakangan ini bukan karena kurangnya pasokan melainkan karena faktor lain seperti spekulasi pasar, pengetatan kualitas gasolin di AS serta ketidapastian politik dunia. "Akar masalah bukan pada pasokan minyak mentah tapi antara lain pada masalah produk. Oleh sebab itu para menteri OPEC mengajak seluruh pihak yang terkait untuk bekerjasama mengatasi masalah-masalah struktural dalam industri hilir," papar Purnomo.Lebih lanjut doktor jebolan University of Colorado itu mengatakan, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa permintaan pasar akan menurun pada setiap menjelang musim panas yaitu pada periode kuartal kedua setiap tahun. "Oleh sebab itu keputusan penurunan tingkat produksi ini adalah dalam rangka antisipasi kecenderungan musiman ini," katanya.DesakanSementara itu Dubes Samodra Sriwidjaja mengungkapkan bahwa materi pertemuan kali ini cukup sulit. "Seperti biasanya jika harga minyak melonjak, muncul desakan-desakan agar OPEC meningkatkan produksinya," demikian Samodra.Namun desakan yang bertujuan agar harga kembali terkoreksi itu tidak membawa hasil. OPEC yang saat ini di bawah kepemimpinan Indonesia tidak bergeming, bahkan sebaliknya malah memutuskan untuk menurunkan produksi.Selain soal minyak, sidang juga membahas soal kelanjutan proses pemilihan Sekjen OPEC, yang hasilnya ternyata kembali menyepakati untuk menunda pembahasan posisi itu sampai pada pertemuan tingkat menteri OPEC berikutnya. Ini artinya Menteri Purnomo tetap memegang jabatan ganda sebagai Presiden sekaligus Sekjen OPEC. Jabatan itu dirangkapnya sejak Desember 2003 setelah Sekjen OPEC lama Dr. Alvaro Silva Calderon (Venezuela) selesai masa tugasnya. Sejak itu OPEC hingga kini belum berhasil mencapai kata sepakat mengenai siapa yang layak menjadi Sekjen. (es/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads