Bush Puji-puji Ekonomi Asia

Bush Puji-puji Ekonomi Asia

- detikFinance
Rabu, 14 Okt 2009 10:27 WIB
Bush Puji-puji Ekonomi Asia
Seoul - Mantan Presiden AS George Walker Bush memuji-muji perekonomian Asia. Tangguhnya perekonomian negara-negara Asia terbukti telah mampu menjadi motor bagi perekonomian dunia untuk bisa keluar dari himpitan krisis yang bermula dari krisis finansial di AS itu.

"Satu hal yang saya yakin adalah perekonomian negara-negara Asia telah memimpin dunia keluar dari tekanan krisis. Itu adalah pernyataan yang mengagumkan untuk dibuat," ujar Bush, seperti dikutip dari AFP, Rabu (14/10/2009).

Bush pun menyebut perekonomian China, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Jepang dan Thailand yang performanya baik berkat kebijakan stimulus. Dalam pernyataannya, Bush tidak menyebut Indonesia, yang padahal sudah berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi positif meski tetangga Asia lainnya mencatat pertumbuhan ekonomi negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perekonomian negara-negara Asia pada kuartal I-2009 tercatat tak bisa lepas dari krisis. Beberapa negara ASEAN mencatat pertumbuhan ekonomi minus selama kuartal I-2009 seperti Singapura minus 10,1% dan Thailand minus 7,1%, Malaysia minus 6,2%, Filipina positif 0,4%.

Sementara Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi positif 4,4% karena lebih mengandalkan pada perekonomian domestik. Sehingga penurunan ekspor Indonesia masih bisa tertutupi oleh tumbuhnya perekonomian domestik.

"Asia akan menjadi mesin yang sangat bertenaga untuk pertumbuhan di masa depan. Saya optimistis segala sesuatunya akan menjadi lebih baik," imbuhnya.

Namun Bush yang berbicara di depan World Knowledge Forum di Seoul itu mengingatkan masalah proteksionisme di kawasan ini.

"Pada masa kesulitasn ekonomi, orang cenderung ingin untuk membangun tembok dan menghambat perdagangan. Saya sangat prihatin dengan proteksionisme," jelas Bush.

"Saya sangat percaya bahwa cara terbaik tak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan tapi juga melawan kemiskinan adalah melalui perdagangan bebas," tambah Bush.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads