"Satu hal yang saya yakin adalah perekonomian negara-negara Asia telah memimpin dunia keluar dari tekanan krisis. Itu adalah pernyataan yang mengagumkan untuk dibuat," ujar Bush, seperti dikutip dari AFP, Rabu (14/10/2009).
Bush pun menyebut perekonomian China, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Jepang dan Thailand yang performanya baik berkat kebijakan stimulus. Dalam pernyataannya, Bush tidak menyebut Indonesia, yang padahal sudah berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi positif meski tetangga Asia lainnya mencatat pertumbuhan ekonomi negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi positif 4,4% karena lebih mengandalkan pada perekonomian domestik. Sehingga penurunan ekspor Indonesia masih bisa tertutupi oleh tumbuhnya perekonomian domestik.
"Asia akan menjadi mesin yang sangat bertenaga untuk pertumbuhan di masa depan. Saya optimistis segala sesuatunya akan menjadi lebih baik," imbuhnya.
Namun Bush yang berbicara di depan World Knowledge Forum di Seoul itu mengingatkan masalah proteksionisme di kawasan ini.
"Pada masa kesulitasn ekonomi, orang cenderung ingin untuk membangun tembok dan menghambat perdagangan. Saya sangat prihatin dengan proteksionisme," jelas Bush.
"Saya sangat percaya bahwa cara terbaik tak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan tapi juga melawan kemiskinan adalah melalui perdagangan bebas," tambah Bush.
(qom/qom)











































