Masyarakat Indonesia Baru Bisa Hidup Layak Pada 2016

Masyarakat Indonesia Baru Bisa Hidup Layak Pada 2016

- detikFinance
Kamis, 15 Okt 2009 10:37 WIB
Masyarakat Indonesia Baru Bisa Hidup Layak Pada 2016
Jakarta - Masyarakat Indonesia diperkirakan baru bisa menikmati kualitas hidup yang layak pada tahun 2016, atau ketika Indonesia berhasil mencapai PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita sebesar US$ 6.000.

Demikian hasil simulasi terhadap dua skenario pertumbuhan PDB per kapita yang dibuat Standard Chartered melalui laporan khususnya tentang Indonesia, yang dikutip detikFinance, Kamis (15/10/2009).

Stanchart membuat dua skenario, Skenario pertama didasarkan pada proyeksi kami terhadap pertumbuhan PDB dan inflasi. Sementara skenario kedua berdasarkan pada compound annual growth rate (CAGR) dari pendapatan per kapita nominal selama periode 2000 hingga 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil simulasinya adalah: Setelah tahun 2020, PDB per kapita nominal Indonesia kira-kira akan 11 kali lebih tinggi dari nilai di  tahun 2000 berdasarkan Skenario 1, atau 13 kali lebih tinggi berdasarkan skenario 2.

"PDB per kapita Indonesia diperkirakan akan melewati US$ 6.000 di tahun 2016 berdasarkan Skenario 2, atau di tahun 2017 berdasarkan Skenario 1. US$ 6.000 adalah tingkat pendapatan per kapita yang oleh beberapa ahli ekonomi  pembangunan dianggap sebagai ambang batas 'lepas landas' bagi suatu masyarakat untuk menikmati kualitas hidup  yang layak," urai laporan tersebut.

PDB per kapita Indonesia berdasarkan skenario tersebut adalah (dalam US$):
 200200520082009(F)2014(F)2020(F)
Skenario 1806,91.304,12.246,32.257,84.429,98.661,0
Skenario 2806,91.304,12.246,32.257,54.759,610.187,3
 Saat ini PDB per kapita nominal dan PDB per kapita berdasarkan PPP penduduk Indonesia masih kedua paling rendah di ASEAN-5, sedikit lebih tinggi dari Filipina. Di tahun 2008, PDB per kapita berdasarkan PPP penduduk Indonesia adalah US$ 3.987 (dalam dolar internasional IMF), atau hanya 8% dari ukuran yang sama untuk penduduk Singapura.

"Ini berarti bahwa, secara rata-rata, daya beli penduduk Singapura adalah 13 kali lebih besar dari daya beli penduduk Indonesia," urai laporan tersebut.

Dalam laporan tersebut juga dikatakan, Indonesia bukanlah satu-satunya negara emerging market yang memiliki pendapatan per kapita rendah. Bahkan China dan India yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat juga memiliki PDB per kapita yang relatif rendah.

"Untuk  mempercepat peningkatan pendapatan per kapita, Indonesia harus secara bersamaan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan pertumbuhan populasi. Sementara itu, untuk meningkatkan daya beli penduduknya, Indonesia juga harus menurunkan laju inflasi ke tingkat yang sama dengan negara-negara tetangganya," demikian laporan tersebut.
(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads