Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu usai Seminar BUMN Outlook 2010 di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2009).
"Jadi jika target pertumbuhan ekonomi sekarang 4,5 persen, tahun depan pertumbuhannya bisa meningkat 1,5 persen karena pertumbuhan BUMN. Jadi bisa sekitar 6 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, sektor BUMN yang akan tumbuh dengan baik antara lain pertambangan karena ditopang oleh harga komoditasnya yang mulai menanjak. Sektor kedua adalah perkebunan, ia memperkirakan harga komoditas perkebunan bakal kembali mencapai puncaknya seperti pada tahun 2008 lalu.
Selain itu, sektor konstruksi, prasarana angkutan dan perbankan juga diperkirakan masih akan tumbuh. Khusus untuk bank pelat merah, pihaknya menargetkan petumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2009. Sementara penyaluran kreditnya tumbuh sebesar 32 persen.
"Peningkatan penyaluran kredit ini sejalan dengan berkurangnya penempatan dana di Bank Indonesia khususnya dalam bentuk SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan akan terus dilanjutkan pelaksanaannya di tahun 2010," tambahnya.
Said menambahkan, masih ada beberapa sektor industri BUMN yang masih sulit untuk tumbuh tinggi di tahun 2010, antara lain perikanan, farmasi, sektor kertas dan percetakan.
(ang/dnl)











































