Hal itu juga berlaku terhadap pemilihan Direktur Umum dan SDM yang ditinggal Waluyo karena dilantik menjadi pejabat sementara (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (16/10/2009).
"Nanti Menteri yang berikutnya harus menyelesaikan posisi Direktur Hulu dan SDM (Pertamina)," katanya.
Ia mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengantongi beberapa nama untuk calon Direktur Hulu Pertamina yang kemudian akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Namun pada waktu itu, sudah memasuki musim kampanye sehingga ada moratorium yang tidak memperbolehkan beberapa hal terkait dengan fit and proper test tersebut.
"Kan ditunda sampai pilpres. Setelah itu harus diselesaikan," tambahnya.
Sementara mengenai Direktur SDM Pertamina, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Negara BUMN yang terpilih pada mas jabatan 2009-2014.
(ang/dnl)










































