Meski Diterima Pasar, Sri Mulyani Punya Kelemahan

Meski Diterima Pasar, Sri Mulyani Punya Kelemahan

- detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2009 15:05 WIB
Meski Diterima Pasar, Sri Mulyani Punya Kelemahan
Jakarta - Menebak calon Menteri Keuangan memang paling mudah, nama Sri Mulyani cukup kuat untuk kembali menduduki posisi ini karena dirinya merupakan sosok yang paling bisa diterima pasar. Namun begitu Sri Mulyani memiliki beberapa kelemahan.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono mengatakan, di dalam negeri, Sri Mulyani sempat menjadi 'bulan-bulanan' pengamat dan media massa terutama terkait isu neoliberalisme dan kasus Bank Century.

"Namun, secara umum tudingan tersebut relatif dapat diredam. Isu neoliberalisme mencoba memberi cap antek asing dan membenturkannya dengan isu nasionalisme ekonomi," ujarnya kepada detikFinance , Sabtu (17/10/2009).

Sedangkan soal Century dihantam karena sah-tidaknya kebijakan bailout . Orang sempat berpikir, mestinya Century dimatikan saja. Namun, mematikan Century bisa menimbulkan komplikasi yang luas. Karena saat itu (November 2008) dunia masih dicekam kebangkrutan Lehman Brothers (15 September 2008).

Rupiah melemah ke Rp 12.000/USD, capital outflow (modal asing mengalami repatriasi ke New York), dan simpanan masyarakat di bank hanya dijamin hingga Rp 2 miliar, padahal negara tetangga (Singapura, Malaysia, Australia) menerapkan penjaminan penuh (blanket guarantee ). Sangat riskan membiarkan Century mati pada saat nervous seperti itu.

Sedangkan di luar negeri, Sri Mulyani mendapatkan respek tinggi, sebagai salah satu perempuan yang berpengaruh dalam beberapa tahun belakangan ini, diantaranya dari majalah Forbes.

Sri Mulyani hari ini dipanggil Presiden SBY ke kediamannya di Cikeas untuk diseleksi menjadi calon menteri, dan sepertinya Sri Mulyani akan kembali menduduki jabatannya saat ini sebagai Menteri Keuangan. Selama wawancara, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono mengajaknya berdiskusi soal pembiayaan dan keuangan negara.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads