"Kenaikan harga minyak akan mencapai level US$ 90 per barel sampai Desember 2009. Selain permintaan yang meningkat saat musim dingin tiba, kenaikan minyak bumi juga disebabkan oleh pelemahan kurs dollar Amerika Serikat," ujar Pengamat perminyakan Kurtubi kepada detikfinance Minggu (18/10/2009).
Menurut Kurtubi, saat ini memang sedang terjadi tren penurunan harga minyak. Namun itu dinilai wajar dan merupakan aksi ambil untung semata. "Akan ada penurunan sedikit dari harga minyak dunia dalam sepekan depan, karena adanya aksi profit taking. Harga bisa kembali ke US$ 75 per barel," kata Kurtubi.
Data WTI (West Texas Intermediate) terakhir, harga minyak sudah berada di level US$ 78,53 per barel. Dalam sepekan kedepan, lanjut Kurtubi, harga akan terdepresiasi, karena aksi ambil untung dari pelaku pasar.
Kurtubi menerangkan, penurunan harga minyak dunia hanya aksi ambil untuk sementara dari para investor. Hal ini didasarkan atas pertimbangan mereka, bahwa harga yang ada saat ini merupakan batas tertinggi. Setelah aksi dilakukan, tren kenaikan akan terus terjadi sampai akhir tahun 2009.
"Penurunan ini tidak akan merubah tren kenaikan minyak bumi yang ada. Terlebih di akhir tahun, permintaan minyak akan meningkat, karena di dunia sedang menghadapi winter (musim dingin). Hingga perlu banyak energi," tambah kurtubi.
Selain itu, kondisi pemulihan ekonomi dunia yang sedang berjalan pun menjadi muasal naiknya minyak dunia. "Pemulihan ekonomi dunia mulai tampak hasilnya. Ini menjadikan permintaan akan minyak terus meningkat. Tren kenaikan ada terjadi sampai triwulan I-2010," imbuhnya.
(dro/dro)











































