Ia juga menegaskan selama maksimal 100 hari ke depan, masih punya kesempatan merangkap jabatan antara Menperin dan Ketua Umum Kadin sebelum terpilihnya Ketum yang baru.
Hal ini disampaikannya saat ditemui di kantornya, Menara Kadin, Jakarta, Selasa (20/10/2009).
"Kriterianya bisa becanda seperti saya..he..he," katanya berseloroh saat ditanya kriteria calon penggantinya.
Meski tidak menjelaskan alasannya, ia terlihat spontan dalam menjawab hal tersebut. Terlepas dari itu, saat ini ia sedang memikirkan untuk menunjuk satu dari 27Β wakil ketua umumnya untuk menggantikannya sesuai dengan anggaran dasar rumah tangga (ADRT) Kadin.
"Saya ada waktu 100 hari, syukur sebelumnya sudah bisa (terpilih). Kalau menurut ADRT pergantian antara waktu bisa melalui penunjukan melalui rapat, dari salah satu WKU (Wakil Ketua Umum)," jelasnya.
Ia mengatakan pemilihan penggantinya akan melalui sidang khusus untuk melanjutkan masa kepemimpinan Ketua Umum Kadin selama 4 tahun ke depan atau meneruskan sisa kepengurusannya.
Dikatakannya jika tidak ada perubahan terhadap pengangkatannya sebagai Menteri Perindustrian. Ia diberi kepercayaan untuk merangkap jabatan selama maksimal 100 hari. Hal ini bertujuan agar proses pergantian Ketua Umum Kadin berjalan secara mulus dan elegan, tidak meninggalkan masalah di kemudian hari.
"Saya dapat tugas untuk menyelesaikan internal Kadin, dengan meninggalkan Kadin secara elegan ditandai dengan baik," katanya.
Sebelumnya wakil Ketua Umum Kadin bidang Keorganisasian dan keanggotaan Adi Putera Tahir disebut-sebut sebagai calon pengganti Hidayat karena dianggap paling senior dari WKU yang lainnya. Namun tentunya hal tersebut akan tergantung dari hasil proses 100 hari ke depan nantinya.
(hen/dnl)











































