Pertamina Siap Jadi Operator di Irak

Pertamina Siap Jadi Operator di Irak

- detikFinance
Rabu, 21 Okt 2009 11:05 WIB
Pertamina Siap Jadi Operator di Irak
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengaku siap menjadi operator lapangan Tuba di Irak apabila memang ditunjuk oleh pemerintah Irak.

"Kami sudah siap menjadi operator apabila diberikan kesempatan untuk mengelola lapangan tersebut oleh pemerintah Irak," ujar Deputi Direktur Pengembangan Usaha Pertamina Hulu, Gunung Sardjono dalam pesan singkatnya, Rabu (21/10/2009).

Menurut Gunung, kesiapan perusahaan migas pelat merah itu untuk menjadi operator di lapangan tersebut, sudah sesuai kebijakan Direksi dan Komisaris (Board of Commissioners and Board of Directors/BOD-BOC) Pertamina.

"Setiap ada opportunity (kesempatan) di overseas dimana kita punya kesempatan menjadi majority dan operator akan kita ambil asalkan sesuai dengan portofolio dan kapabilitas kita," jelas Gunung.

Sementara itu, sumber detikFinance menyebutkan, Pertamina telah mengajukan proposal ke pemerintah Irak mengenai usulan tersebut.

"Sepertinya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Irak mengenai hal itu," kata sumber itu.

Untuk diketahui pada 9 Juli lalu, Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan mendampingi Menteri ESDM dan Dirjen Migas bertemu dengan Younis S Sarhan, Charge D Affairs Perwakilan Pemerintah Irak di Indonesia. Dalam pertemuan itu, Pemerintah Indonesia meminta agar Western Dessert 3 dan Tuba diaktifkan kembali dengan melibatkan Pertamina.

Memang sejak awal 2002, Direktorat Hulu Pertamina telah mengembangkan kegiatan eksplorasi ke luar negeri, di mana Irak menjadi salah satu negara incaran. Blok Western Dessert 3 terletak 300 kilometer arah Barat Daya Baghdad. Blok tersebut diperkirakan menyimpan cadangan minyak 3 miliar barel.

Kontrak eksplorasi dan pengembangan blok itu sendiri ditandatangani Pertamina pada 23 April 2002. Kala itu, rencananya, jika Pertamina berhasil menemukan cadangan minyak dalam tiga tahun pertama melalui studi geologi dan seismik senilai US$ 24 Juta, kontrak kerjasama bisa diperpanjang selama dua tahun berikutnya dengan tambahan biaya US$ 16 Juta.

Sementara untuk pengembangan Blok Tuba, Pertamina sama sekali belum mendapat kepastian kontrak dari Pemerintah Irak sejak perseroan mengincarnya pada 1998 lalu. Maklum, setidaknya ada tiga perusahaan asing lain yang mengincar blok yang terletak di Basra tersebut.

Pertamina bersaing dengan Oil Natural Gas Corporation Limited asal India, Algerian Sonatrach Company asal Aljazair, dan Chinese Petroleum Corporation dari China untuk memperebutkan blok yang kala itu telah memproduksi minyak 150.000 barel per hari.

Nasib dua blok tersebut menjadi tidak jelas sejak terjadinya perang di Irak pada 2003 lalu hingga sekarang.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads