Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Waskita M Choliq di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan,
Jakarta, Rabu (21/10/2009).
"On hand sudah ada Rp 7 triliun, itu untuk pembangunan ininfrastruktur dalam negeri, yang luar negeri hanya sedikit sekali," katanya.
Ia menambahkan, porsi kontrak proyek dari luar negeri hanya mencapai kurang dari 10 persen dari angka tersebut. Sedangkan mengenai target kontrak tahun depan, ia
mengaku perusahaan plat merah itu sedang melakukan penghitungan.
"Masih dihitung, belum rapung," ujarnya.
Sementara itu, mengenai kucuran dana restrukturisasi yang akan diberikan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), menurutnya hingga saat ini dananya belum cair.
Sebelumnya, Pemerintah, dalam hal ini Departemen Keuangan dan Kementerian Negara BUMN, telah menyepakati kucuran dana sebesar Rp 475 miliar kepada Waskita.
Kucuran dana itu dalam rangka menutupi kelebihan pencatatan yang sebelumnya dilakukan oleh Direksi perseroan terdahulu.
"Secara prinsip sudah disetujui Rp 475 miliar. Tapi sampai sekarang belum mengucur," ujarnya.
Selain untuk menutupi kekurangan, dana itu juga akan digunakan BUMN Karya itu sebagai modal kerja. Perseroan mengharapkan, dana tersebut sudah bisa mengalir
sebelum tahun 2009 berakhir.
(ang/dnl)











































