Hal ini disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan seusai acara halal bihalal AEI di Hotel Grand Hyatt siang ini (21/10/2009).
"Jadi perannya itu politis bukan ekonomi," tegas Fauzi.
Menurut Fauzi, posisi menko perekonomian sebenarnya posisi manajerial. Selama menteri-menteri di bawah koordinasinya mau menghormati dan melaporkan kinerjanya kepada atasannya maka itu sudah cukup. Jika mereka tidak mau dikoordinasikan maka akan langsung dilaporkan kepada Presiden.
Fauzi menjelaskan Hatta Rajasa merupakan seorang politisi. Pada era pascareformasi ini, tim ekonomi dituntut bernegosiasi dengan DPR dan parpol. Jadi sisi positifnya, Hatta sebagai Menko Perekonomian bisa memberikan perlindungan politik bagi menteri-menteri di bawah koordinasinya. Selain itu, Hatta juga diharapkan bisa melobi DPR untuk memuluskan kebijakan ekonomi pemerintah.
"Tantangan sekarang ada di mikro, seperti infrastruktur. Efek ganda ekonominya sangat besar. Jadi sekarang yang diperlukan adalah insinyur-insinyur yang handal dalam pembangunan proyek walaupun tantangan terbesar itu memang teknis," jelas Fauzi.
Untuk sektor makro, papar Fauzi, masyarakat sudah cukup puas dengan adanya ketiga nama yaitu Boediono, Sri Mulyani, dan Marie Elka dalam kabinet. Ketiganya sudah cukup menutup keraguan pelaku pasar atas nama-nama baru.
Namun untuk pemulihan sektor riil, Fauzi menjelaskan harus dimotori oleh orang-orang teknis untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini untuk memberikan jaminan kepada investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.
"Dari pembicaraan dengan pengusaha, investor asing mau berekspansi tapi apa jaminan dari infrastruktur, misal pasokan listrik harus memadai. Lalu apa jaminannya infrastruktur dari pabrik ke pelabuhan. Jadi kalau infrastruktur Indonesia diperbaiki, otomatis investasi swasta akan masuk," jelas Fauzi.
Fauzi menambahkan masalah dalam perekonomian sekarang ini bukanlah dari sisi dana tapi pada hubungan global yang rendah. Akses likuiditas dunia besar di atas US$ 20 triliun, jadi kalau ada kesempatan di sektor riil maka otomatis dana tersebut akan masuk ke sektor riil Indonesia. (nia/dnl)











































