"Lima tahun ini kita memastikan sektor riil bergerak, makro ekonomi kita cukup baik," ujar Hatta di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2009).
Mantan Mensesneg ini menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ke depan diharapkan bisa mencapai 7-8%. Tahun 2010 diharapkan bisa di atas 5%.
"Kalau bisa achive itu, pertumbuhan berkualitas, membawa employment yang tinggi," urainya.
Hatta menegaskan, pihaknya juga akan fokus pada masalah infrastruktur dan energi. Masalah sumbatan pada arus barang dan jasa juga harus dihilangkan.
"Kalau energi 2 sisi, supply side dan demand side . Supply side bagaimana mendorong agar produksi meningkat. Pertamina harus berkinerja baik, bukan hanya menjaga suplai agar kita memiliki daya tahan," tambahnya.
Dari sisi suplai energi juga akan digenjot investasi dan eksplorasi lapangan-lapangan migas.
"Jangan sampai rakyat kita tidak kebagian energi. Diperlukan investor, maka iklimnya harus sehat, insentifnya ada untuk remote area," tegasnya.
"Reformasi pada BP Migas, tidak boleh ada PoD lambat karena lambatnya PoD mengakibatkan lambatnya, saya katakan raformasi.," tambahnya.
Dari sisi permintaan, masyarakat harus menerima pasokan energi yang cukup dan tidak boros dalam menggunakannya, sustain dan berkeadilan. (anw/qom)











































