"Menurut hitungan saya masihΒ cocok dengan APBN. Jadi tahun ini mungkin tidak ada kenaikan," ujar Evita di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (22/10/2009).
Evita menjelaskan, jika dilihat dari rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) yang masih di bawah US$ 60 per barel maka dari sisi APBN masih aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Evita belum bisa memastikan apakah kondisi ini bisa bertahan hingga tahun depan.
"Kalau itu beda lagi urusannya,"
Terkait terpilihnya Darwin Saleh sebagai Menteri ESDM yang baru, Evita berharap Darwin dapat memimpin Departemen ini membawa negeri ini menuju ketahanan energi yang berkesinambungan.
"Mudah-Mudahan bisa. Kami siap bantu," ungkap Evita.
Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu (21/10/2009) di New York akhirnya menembus level US$ 82 per barel akibat turunnya cadangan bensin AS dan melemahnya dolar AS.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman Desember naik 2,25 dolar menjadi US$ 81,37 per barel setelah sempat menembus US$ 82 per barel. Minyak Brent pengiriman Desember naik 2,45 dolar menjadi US$ 79,69 per barel.
Departemen Energi AS melaporkan cadangan bensin mingguan AS turun 2,3 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Oktober. Angka ini turun 800.000 dari perkiraan analis.
(epi/qom)











































