Dijajaran menteri KIB II bidang perekonomian ada 3 menteri wanita yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Amirda Alisjahbana.
Pengamat Ekonomi Makro dan Perbankan, Tony Prasetiantono mengatakan, untuk sosok Armida Alisjahbana memang semulaΒ kurang dikenal publik karena memang dirinya low profile. Namun Tony menilai Guru Besar FE Unpad itu sangat hebat.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tony menambahkan, walapun secara umum tim ekonomi masih kurang optimal, namun tim ini masih lebih baik daripada di
periode 2004-2009.
Reaksi pasar setelah keputusan SBY menetapkan nama-nama di Tim Ekonominya, Tony berpendapat akan tenang-tenang saja. Hal ini dikarenakan nama-nama tersebut sudah beredar sejak akhir pekan lalu.
"Dan pasar nampaknya adem ayem saja. Artinya, tidak ada euforia rally penguatan rupiah dan IHSG, namun juga tidak
menyebabkan rupiah dan IHSG terperosok," tambahnya.
Di sisi lain, lanjut Tony, rupiah dan IHSG memang sudah menemukan comfort zone-nya di posisi Rp 9400 dan untuk IHSG di posisi 2500.
"Jadi susah digerakkan dengan adanya susunan kabinet ini," katanya.
Namun menurut Tony hasilnya akan berbeda jika susunannya tim ekonomi SBY lebih optimal. Yakni berbasis lebih
profesional.
"Saya kira rally rupiah dan IHSG bisa terjadi, meski ruangnya tidak terlalu banyak," tandasnya.
Pertumbuhan Ekonomi 7% 2010 Sulit Tercapai
Sementara itu, Ekonom dari Danareksa Resarch Institute, Purbaya Yudhisadewa mengatakan karena susunan menteri tak banyak berubah dari yang sudah diketahui publik. Tampaknya gerakan ekonomi ke depan tidak akan terlalu banyak berbeda dengan apa yangg sudah terjadi dalam lima tahun terakhir.
"Ekonomi akan tumbuh semakin cepat secara bertahap. Namun, sulit untuk mengharapkan pertumbuhan Ekonomi mendekati 7 %," ujar Purbaya melalui pesan singkatnya.
Purbaya mengatakan, gerakan ke arah pertumbuhan ekonomi 7 persen baru dapat terjadi bila Menko perekonomian dapat melakukan terobosan, sehingga kinerja menteri ekonominya bisa lebih bersinergi.
"Sayangnya, menko perekonomiannya tidak mempunyai latar belakang ekonomi yang kuat. Beliau harus didukung oleh tim ekonomi yang kuat, bila ingin betul betul mengkoordinir program ekonomi pemerintah," katanya.
Senada dengan Tony, Purbaya mengatakan reaksi pasar diperkirakan akan netral dan sedikit positif.
Hal ini, lanjut Purbaya, terus berlangsung sampai program pembanguan pemerintah baru menjadi jelas, atau sampai menko menunjukkan bahwa dia mempunyai staf ekonom yg tangguh.
"Dalam waktu dekat pergerakan pasar akan didominasi apa yang terjadi pada pasar saham dunia," ungkapnya.
Profil 3 Menteri Ekonomi Wanita:
Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
Kelahiran: Tanjung Karang, 26 Agustus 1962
Pendidikan:
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
University of Illinois Urbana Champaign, USA Master of Science of Policy Economics
University Urbana Champaign, Ph.D of Economic
Jabatan sebelumnya:
1999-2001: Anggota Dewan Ekonomi Nasional
2002-2004: Direktur Eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara
Oktober 2004-Desember 2005: Menneg PPN/Kepala Bappenas
Desember 2005-2009: Menteri Keuangan KIB
Juni 2008-2009: Plt Menko Perekonomian KIB.
Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
Kelahiran: Jakarta, 23 Oktober 1956
Pendidikan:
MA dalam bidang Microeconomics, International Trade, Economic Development & Accounting Australian National University, Canberra
Ph.D bidang International Trade, Finance & Monetary Economic University of California.
Jabatan Sebelumnya:
Dosen Fakultas Ekonomi UI
Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS).
2004-2009: Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).
Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
Kelahiran: Bandung, 16 Agustus 1960
Pendidikan:
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Master of Arts in Economics, Northwestern University, Evanston, Illinois, USA.
Doctor of Philosophy in Economics, University of Washington, Seattle, Washington, USA.
Jabatan sebelumnya:
Juni 1996-Sekarang: Ketua Departemen Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Padjadjaran.
(dru/qom)











































