Sri Mulyani dan Mari Elka Hapus Keraguan Pasar

Sri Mulyani dan Mari Elka Hapus Keraguan Pasar

- detikFinance
Kamis, 22 Okt 2009 12:04 WIB
Sri Mulyani dan Mari Elka Hapus Keraguan Pasar
Jakarta - Keraguan pasar terhadap tim ekonomi yang dipilih Presiden SBY pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II tertutup karena tetap dipertahankannya 2 figur menteri yang diharapkan pasar yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Hal ini disampaikan oleh Ekonom Standart Chartered Bank Fauzi Ichsan ketika dihubungi detikFinance , Kamis (22/10/2009).

"Dengan adanya Wapres (Boediono), tentu pasar akan lebih respek. Tentu dengan tetap dipertahankannya Sri Mulyani dan Mari Elka yang kinerjanya dianggap baik," ujar Ichsan melalui sambungan telepon.

Ichsan juga mengatakan, komposisi kabinet baru khususnya di bidang ekonomi dianggap lebih representatif dibanding perode sebelumnya.

"SBY, kali ini punya peran yang cukup besar dalam pembentukan kabinet kali ini. Jika dibandingkan tahun 2004, yang masih memperhitungkan peran JK (Jusuf
Kalla)," katanya.

Komposisi kementerian di bidang ekonomi, lanjut Ichsan, merupakan pilihan Presiden dan juga yang disenangi pasar. Terlebih dengan adanya Boediono sebagai Wakil Presiden dan juga seorang teknokrat yang kredibel.

Terkait dengan pos-pos lain di bidang ekonomi, Fauzi menjelaskan, sempat muncul keraguan dari pasar karena tiap-tiap individu di dalamnya dianggap orang yang belum punya pengalaman yang mumpuni.

Menteri Koordinasi Perekonomian, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah tiga pos kementerian yang dianggap pasar belum teruji.

"Meskipun ada beberapa Menteri yang masih diragukan, namun untuk sementera akan tertutupi oleh ketiga figur tersebut (Boediono, Sri Mulyono, Mari Elka Pangestu)," imbuhnya.

Setidaknya, pasar diharapkan dapat memberi waktu kepada menteri yang kurang berpengalaman tersebut. "Ya kita kasih waktu bagi mereka untuk mengunjukkan kinerja. Kalau dalam 100 hari kerja saya rasa terlalu singkat. Mungkin dalam 1 tahun, sudah cukup terwakilkan dan dapat tergambarkan kinerja mereka," papar Ichsan.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads