Hidayat Canangkan 4 Sektor Prioritas

Hidayat Canangkan 4 Sektor Prioritas

- detikFinance
Kamis, 22 Okt 2009 20:34 WIB
Hidayat Canangkan 4 Sektor Prioritas
Jakarta - Sebagai Menteri Perindustrian baru, MS Hidayat mencanangkan 4 sektor prioritas yaitu energi, infrastruktur, ketahanan pangan, dan reformasi birokrasi sudah diformulasikan dan terangkum dalam matriks kerja Departemen Perindustrian yang baru. Namun dalam 100 hari kerja pertama, MS Hidayat akan fokus pada sektor energi dan infrastruktur sebagai pendorong utama tumbuhnya industri.

"Industri tumbuh karena disuplai energi dan infrastruktur. Untuk itu dua sektor ini didahulukan," terangnya dalam acara serah terima jabatan Menteri Perindustrian dengan Fahmi idris di Jakarta Kamis(22/10/2009).

Hidayat menjelaskan, untuk menjaga pertumbuhan industri maka sektor infrastruktur dan energi akan didahulukan dalam 100 hari kerja Departemen Perindustrian. "Jika perlu akan dibuatkan Perppu untuk mendukumg kerja 100 hari ini,"ujarnya.

Dalam kesepakatan antara MS Hidayat dan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu hari Rabu (21/10/2009) malam dihasilkan komitmen untuk memprioritaskan sektor energi dan infrastruktur dalam agenda kerja bersama.

"Kemarin kami sudah bicara dan sepakat. Ini adalah masalah yang krusial," ungkapnya.

Pertemuan Rabu malam ini menyepakati, kebijakan perdagangan harus menopang daya saing industri agar pertumbuhannya dapat kompetitif.

Dalam kesempatan yang sama, Hidayat pun sempat menerangkan pengelompokan pertumbuhan industri berdasarkan kluster unggulan. Setidaknya terdapat 4 bidang yang menjadi bidikan Departemen Perindustrian.

Bidikan pertama adalah peningkatan industri yang memacu pertumbuhan nasional. Dia mencontohkan industri padat karya, elektronik manufaktur, alas kaki, dan sumber daya alam (natural resources ).

"Kluster kedua adalah industri yang bersifat pendalaman seperti petrochemical, logam, dan baja," imbuh Hidayat.

Selanjutnya, papar Hidayat, industri yang memberi nilai tambah (value added ) seperti manufaktur, pengolahan, dan processing punya peluang untuk berkembang. Industri kreatif yang berbasis budaya, juga menjadi bidikan.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads