Anggota DEN, Herman Darnel Ibrahim menyatakan berdasarkan hasil kunjungan yang dilakukan anggota DEN pada 10 September lalu menunjukan wilayah Riau memang mengalami kekurangan listrik sebesar 100 MW sehingga menyebabkan pemadaman hingga 9 jam per hari. Defisit listrik tersebut disebabkan jumlah pembangkit di sana masih sedikit.
"Dari kunjungan tersebut, kami memang menyimpulkan bahwa telah terjadi krisis penyediaan energi di Riau dan kami merekomendasikan untuk menambah pembangkit di sana sekitar 3x100 MW dan harus selesai 2011," jelas Herman saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (23/10/2009).
Menurut Herman, penetapan Riau sebagai daerah yang mengalami krisis penyediaan energi oleh DEN sebab hal tersebut harus diputuskan dalam sidang Dewan Energi Nasional yang terdiri dari tujuh menteri dan delapan pemangku kepentingan.
"Hal ini masih belum bisa dibawa ke sidang DEN karena kemarinkan masih dalam masa transisi kepemimpinan jadi ditunda dulu dan akan dibahas dengan menteri yang baru," jelasnya.
Herman menambahkan, selain Riau, daerah lain yang masuk dalam kategori mengalami krisis penyediaan energi yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur,Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya, Direktur YLKI Riau, Sukardi mempertanyakan kinerja DEN mengenai krisis listrik di Riau semakin tak terkendali.
Menurutnya, seharusnya DEN dapat melihat secara langsung kondisi kelistrikan yang terjadi di Riau saat ini. DEN yang memiliki tugas penting dalam memberikan rekomendasi untuk penambahan pembangkit, kini dianggap tidak bekerja maksimal.
(epi/dnl)










































