"Menjadi Menko Prekonomian akan menjadi tugas berat bagi Hatta, karena kenyataannya ia tidak terlalu bersinggungan dengan kebijakan makro ekonomi," kata ekonom Fadil Hasan di acara diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (24/10/2009).
Ia mengatakan, Hatta dikenal sebagai senior di kabinet sebelumnya, maka dari itu Presiden SBY memberinya kepercayaan untuk menjadi motor penggerak tim ekonominya. Menurutnya, Presiden SBY melihat pengalaman Hatta sebagai Mensesneg sehingga percaya untuk memimpin menteri-menteri ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, jajaran menteri ekonomi di kabinet baru bisa lebih memfokuskan diri kepada pengembangan sektor riil, mulai dari pembangunan infrastruktur di berbagai tempat, seperti pasar tradisional dan industri, hingga kepada kebijakan perdagangan dan industrinya sendiri.
"Ekonomi tumbuh bukan investasi, tapi karena konsumsi yang memberi kontribusi hingga 65 persen ke pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Menurutnya, saat ini para menteri sedang dalam tahap bulan madu atau honeymoon, menyelaraskan pendapat dan cara kerja masing-masing. Setelah itu berakhir, ia mengharapkan para menteri bisa mempercepat pertumbuhan sektor riil agar bisa memberi kontirbusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Mereka kan sekarang sedang honeymoon, setelah itu pembangunan infrastruktur sektor riil harus dipercepat," ujarnya.
(ang/qom)











































