3 Menteri Absen Rakor Perdana Menteri Ekonomi Kabinet Baru

3 Menteri Absen Rakor Perdana Menteri Ekonomi Kabinet Baru

- detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2009 14:32 WIB
3 Menteri Absen Rakor Perdana Menteri Ekonomi Kabinet Baru
Jakarta - Menteri-menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II mengadakan rapat koordinasi pertama di bawah arahan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Dari 16 menteri ekonomi, ada 3 menteri absen karena harus menghadiri KTT ASEAN di Thailand.

Keempat menteri tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, dan Menteri Pertanian Suswono. Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, rapat koordinasi ini mengagendakan pembahasan program 100 hari para menteri dan persiapan National Summit yang akan dilaksanakan pada 29-31 Oktober 2009.

"Hari ini kita akan rapat mempersiapkan National Summit tgl 29-31. Dan tentu kawan-kawan yang sudah memiliki program pada saat menandatangani kontrak kinerja, di situ sudah ada program-program  yang harus dicapai, yang sudah di-commit menteri-menteri waktu itu di depan Bapak Presiden," jelas Hatta saat ditemui sebelum rapat di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (24/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai pembahasan persiapan National Summit sendiri, Hatta menyatakan akan membahas program-program yang terkait dengan infrstruktur, transportasi, revitalisasi industri, pangan dan energi, UKM, jasa, dan sebagainya. Oleh karena itu, kesempatan ini akan dimanfaatkan untuk membicarakan persiapan National Summit 2009.

"Oleh karena itu, rapat kali ini kita bicara sedikit, tapi inti hari ini karena akan rapat 2 hari, mengenai persiapan National Summit 2009. Terutama kepada program-program yang terkait dengan infrastruktur, transportasi, revitalisasi industri, pangan dan energi, UKM, jasa, dan sebagainya," papar Hatta.

Sebelum memulai rapat, beberapa menteri sempat menyampaikan program 100 hari yang akan disampaikan pada rapat hari ini. Seperti Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring yang menyatakan program 100 harinya adalah membangun 100 desa pintar, 25 ribu desa berdering dan pembangunan Palapa Ring di Indonesia bagian Timur pada pertengahan November.

"Presiden telah memberikan target terbangunnya 100 desa pintar ya, artinya komputer masuk desa atau internet masuk desa, dan juga 25 ribu desa berdering ini target kita sebelum Januari 2010 ini. Kita juga mengajukan kepada Bapak Presiden untuk pembangunan palapa ring untuk Indoensia bagian timur ya," papar Tifatul.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyampaikan program 100 harinya yang akan melanjutkan program-program yang belum terselasaikan pada masa kepemimpinannya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I. Djoko akan menyiapkan aturan-aturan yang menghambat pelaksanaan program infrstruktur.

"Nanti berikutnya akan menyiapkan aturan-aturan yang selama ini menghambat pelaksanaan program infrastruktur misalnya pembebasan tanah, investasi dalam jalan tol perlu diperbaiki," papar Djoko.

Sementara Menteri UKM Syarif Hasan akan menyediakan Rp 20 triliun untuk Kredit Usaha Rakyat pada 100 hari serta menciptakan tenaga enterpreuner di dalam dunia usaha.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian MS Hidayat berencana membawakan agenda 100 hari Departemen Perindutrian pada rapat ini yaitu menerbitkan aturan-aturan yang akan membuka jalan bagi pembangunan infrastruktur terutama dalam industri manufaktur.

"Jadi 100 hari ini merupakan aturan-aturan yang dibuat yang akan membuka jalan bagi pertumbuhan infrastruktur," ujar Hidayat.

Sedangkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyatakan program 100 harinya adalah pemberian penghargaan kepada perusahaan dan pekerja yang berhasil membangun perekonomian negara.

Selain itu, Muhaimin akan menggalakkan pelatihan kepada puluhan ribu tenaga terampil mandiri yang memiliki kemampuan kewirausahaan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

"Kita pacu sehingga penyerapan pengangguran tidak hanya membangun lapangan kerja tetapi membangun kemandirian yang total membangun usaha karena pasar Indonesia begitu luas yang penting lagi BLK-BLK akan kita revitalisasi total bekerjasama dengan swasta sehingga pelatihan itu bisa digunakan di pasar," ujar Cak Imin.
(nia/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads