"Kenaikan harga minyak dunia ke level 80 per barel tidak akan mempengaruhi ketahanan APBN kita, karena ICP sampai Oktober masih di bawah US$ 60 per barel," kata Dirjen Migas Evita Legowo di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (24/10/2009).
Ia mengatakan, harga rata-rata ICP sampai Oktober masih berada di level US$ 57-59 per barel, sedangkan dalam APBN 2009, ICP ditetapkan sekitar US$ 60-70 per barel. Dengan begitu, harga ICP saat ini masih dalam batas aman, belum menembus harga penetapan dalam APBN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun jika ICP bertengger di atas US$ 60 per barel, maka harga BBM dalam negeri bisa berubah naik," imbuhnya.
(ang/qom)










































