Pemerintah menyetujui 90 persen roadmap pembangunan yang diusulkan Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Usulan tersebut dinilai sesuai dengan rencana pembangunan yang akan dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) Hatta Radjasa dalam rapat koordinasi perdana menteri-menteri perekonomian dengan Kadin, kemarin (24/10/2009) di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta.
Menurut Hatta, dalam rapat tersebut Kadin menyampaikan hambatan dan usulan yang menyangkut terobosan regulasi di dunia usaha. Dari semua usulan Kadin tersebut, pemerintah akan mencari solusi dari masalah yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada beberapa yang matching dengan pemikiran-pemikiran kita. Semua kita sama. Saya kira juga ada yang tidak bisa kita biarkan, harus dicari solusinya. Kita mau mencapai tujuan-tujuan yang kita harapkan pada 2014.,” ujar Hatta.
Hatta menambahkan beberapa usulan Kadin tersebut akan masuk dalam program 100 hari para menteri perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Adapun sektor-sektor yang menjadi fokus utamanya yaitu infrastruktur, energi, pangan, transportasi, UKM, jasa dan financing (keuangan). Namun, Hatta belum bisa memastikan insentif yang akan diberikan pemerintah untuk pembangunan sektor-sektor tersebut. Hal ini disebabkan pemberian insentif harus dilihat per kasus.
“Kita sepakat bahwa insentif harus melalui pengkajian yang mendalam. Karena kita tidak ingin fiskal kita terganggu. Tapi kita juga tidak ingin kalau tidak ada insentif maka pengusahanya tidak jalan. Jadi kita harus betul-betul tidak secara general, tapi kita melihat case-nya seperti apa,” ungkap Hatta.
Pada rapat ini, Hatta juga memberikan suatu kesimpulan yaitu akan ada rapat dengan stake holder setiap 1 bulan sekali untuk meningkatkan daya saing Indonesia, baik daya saing nasional maupun global dalam tataran ekonomi.
“Ini dalam konteks melakukan antisipasi terhadap perkembangan ekonoi global, maupun yang berdampak terhadap perekonomian nasional. Jangan kita selalu kalah,” tegas Hatta.
(nia/epi)











































